BANGKALAN, RadarMadura.id – Penerima insentif guru ngaji kian menyusut. Tahun ini penerima hanya 4.520 orang. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingakan tahun sebelumnya yang mencapai 9. 342 penerima.
Widya Prada Ahli Muda Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan Habiburrohman Alfaruq menyatakan, insentif guru ngaji periode Januari–Juni sudah dicairkan ke setiap penerima. Sedangkan untuk periode Juli–Agustus belum terealisasi.
”Untuk Juli–Agustus mulai proses pencairan. Saya berharap bisa cair di minggu ketiga September ini,” ujarnya Rabu (18/9).
Pahlawan tanpa tanda jasa yang menerima insentif dari pemkab tahun ini 4.520 orang. Pihaknya tidak menampik jumlah itu lebih sedikit dibandingkan 2023. Sebab, tahun ini penerimanya cuma guru ngaji.
”Sementara tahun sebelumnya (penerimanya) guru ngaji dan guru madrasah diniyah (madin),” ungkapnya.
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi guru ngaji untuk mendapatkan insentif dari Pemkab Bangkalan.
Di antaranya, minimal memiliki sepuluh santri. Syarat administrasi itu harus dibuktikan dengan surat pernyataan bermeterai.
”Penentuan penerima juga melalui proses verifikasi tim,” paparnya.
Insentif guru ngaji ingin dicairkan setiap bulan. Namun, sampai sekarang pencairannya belum menentu, karena harus dihadapkan dengan berbagai tugas lainnya. Sedangkan pencairan yang saat ini mulai diproses untuk periode Juli–September.
”Besaran insentif yang diterima guru ngaji Rp 230 ribu, dan dipotong pajak enam persen,” jelasnya.
Anggota tim verifikasi guru ngaji Kabupaten Bangkalan Abd. Makin menyatakan, verifikasi penerima insentif yang dilakukan tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dengan demikian, tidak semua guru ngaji bisa mendapatkan insentif dari pemkab. Sedangkan jumlah penerima di tiap kecamatan tidak sama.
”Yang paling banyak di Kecamatan Tanah Merah dan Kecamatan Kota Bangkalan,” katanya. (c5/jup)
Editor : Ina Herdiyana