PAMEKASAN, RadarMadura.id - Sekelompok pemuda mengatasnamakan Forum Santri dan Alumni Pesantren Se-Madura Raya menggelar deklarasi dan doa bersama untuk kemenangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Deklarasi itu bertempat di Ballroom PJA Tlanakan Pamekasan, Kamis (8/2).
Deklarasi pemenangan calon presiden dan calon wakil presiden itu juga diadakan prosesi tabur bunga sebagai simbol dari sakitnya demokrasi. Ribuan santri dan alumni mengikuti rangkaian deklarasi dengan penuh optimisme.
Moh. Khairi selaku Presidium Forum Santri dan Alumni Pesantren Se-Madura Raya mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan deklarasi dan doa bersama untuk kemenangan Ganjar Mahfud ini digelar atas dasar kesadaran kaum santri dalam mengawal demokrasi. Khususnya untuk terpilihnya pemimpin yang memiliki latar belakang yang mumpuni.
Baca Juga: Mahfud MD Berdialog dengan Warga Pamekasan, Minta Masyarakat Pilih Pemimpin dengan Hati Nurani
"Jelas pak Mahfud MD adalah sosok yang ideal, oleh sebab itu kami dukung dan akan kami menangkan, seluruh elemen se-Madura Raya harus bersatu padu," ucap Moh Khairi.
Dalam sesi yang lain setelah deklarasi dan doa bersama, digelar juga prosesi tabur bunga yang disaksikan oleh 1.200 peserta yang hadir. Prosesi tabur bunga ini di gelar sebagai simbol duka atas dirongrongnya demokrasi oleh beberapa elit negeri.
"Sama-sama kita ketahui bahwa demokrasi hari ini sedang sakit, ditandai dengan dicederainya institusi negara yang diacak-acak oleh sekelompok orang," tegas Moh Khairi.
Bangsa Indonesia saat ini dinilai susah mendapatkan figur bangsa. Sehingga demokrasi harus segera dipulihkan dengan menegakkan prinsip-prinsip demokrasi yang sesungguhnya, untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Bukan untuk segelintir atau sekelompok orang saja.
Baca Juga: 5 Hikmah Isra Mi'raj, Umat Islam Wajib Paham
"Saat ini kita tidak tau mau percaya dan mau mencontoh siapa. Saat ini kita darurat tokoh, sehingga demokrasi harus segera kita pulihkan, untuk kepentingan bangsa," tambah Moh Khairi.
Acara deklarasi dan doa bersama ini dihadiri langsung oleh pengasuh dari seluruh pondok pesantren, juga seluruh santri dari empat kabupaten Se-Madura. (*/dry)
Editor : Hendriyanto