RadarMadura.id – Sosok Dr Lia Istifhama menjadi buah bibir belakangan ini. Terlebih setelah mendapat penganugerahan Madura Awards sebagai Tokoh Perempuan Populer 2023 dari Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Putri KH Masykur Hasyim tersebut itu bukan hanya terkenal sebagai aktivis dan politisi.
Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu dikenal aktif mengisi berbagai forum, baik intelektual maupun kemasyarakatan.
Ning Lia terkenal dengan perempuan yang multitalenta. Semua kemampuan diborong oleh ibu dua anak tersebut.
Ning Lia lihai dalam berbagai bidang mulai politik, aktivis, akademisi, penulis, musisi, sastra, dan ekonomi. Kepiawaiannya mengisi berbagai forum tak lepas dari latar belakang sebagai akademisi.
Ning Lia lulus strata 1 dan meraih gelar sarjana dari tiga kampus sekaligus pada 2007. Pertama, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya.
Kedua, Fakultas Muamalah Univesitas Islam Negeri Sunan Ampel (Uinsa). Ketiga, Fakultas Dakwah Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Taruna Surabaya.
Setelah menyandang gelar sarjana dari tiga kampus, Ning Lia kembali melanjutkan magister dan doktoral di Uinsa.
Dia juga aktif sebagai penulis, baik buku maupun artikel lepas, yang kerap mengisi media daring.
Segala bidang yang dia tekuni itu diakui sebagai bentuk kesadaran peran. Bahwa jika perempuan harus bisa berkontribusi pada agama, keluarga, lingkungan, bahkan negara.
”Maka. kita harus terus mengisi peran di berbagai ruang. Tak terkecuali politik maupun akademisi yang identik dengan dunia literasi,” kata Ning Lia kepada Jawa Pos Radar Madura.
Sejak kuliah, Ning Lia aktif di Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Surabaya dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya.
Kini dia menduduki jabatan sebagai sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, ketua DPD Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur, dan ketua bidang agama PW Fatayat NU Jatim.
Ning Lia juga memiliki jiwa seni. Salah satunya diwujudkan dalam single lagu Cinta Tani, Syair Tani, dan Petani Bejo.
Selain itu, dia beberapa kali naik pentas ludruk di Kota Surabaya. Dia juga memiliki sejumlah penghargaan berkat rangkaian kegiatan sosialnya.
Tiga di antaranya menjadi salah satu dari 22 Tokoh Muda Nahdliyin Inspiratif Jawa Timur 2020 dari Forkom Jurnalis Nahdliyin, Penggerak Perempuan Bidang Pertanian dari DP3AK Jatim (Pertani HKTI Jatim), dan Women of The Years 2023, tokoh perempuan yang peduli dengan pertanian dan perhutanan sosial.
Ibu dua anak yang aktif berprofesi sebagai dosen ini sering kali menyampaikan gagasan di berbagai forum mapun artikel media massa.
Di antaranya, dia menulis karakter Pesona dalam peran perempuan. Apalagi, saat ini perempuan lagi digaungkan responsif gender.
”Tapi di tengah isu tersebut, kita para perempuan harus tetap peduli dengan lingkungan sekitar dan kuat menghadapi segala tantangan.
Tentunya, tetap memiliki naluri keibuan yang lemah lembut, santun, dan bersahaja. Sebab itu, peran perempuan di manapun, baik publik maupun domestik, tak lepas dari karakter Pesona (Peduli, Strong dan Naluri Keibuan),” jelas Ning Lia.
Menurut Lia, peran perempuan dalam kemajuan negara itu sangat penting. Terlebih, dalam kontestasi politik. Kini dirinya juga mendaftar sebagai anggota DPD RI.
”Peran perempuan dalam agama itu ada tiga. Pertama, perempuan itu adalah mar’ah, artinya cerminan. Jika cerminan perempuan itu baik, keluarga bahkan negaranya juga baik. Kedua, peran perempuan sebagai nisa atau ketenangan. Dalam artian, perempuan harus mampu memberikan ketenangan di keluarga maupun masyarakat dengan ide-ide yang tentunya bermanfaat serta menyejukkan. Ketiga, peran sebagai ummu atau perempuan yang melahirkan," tuturnya.
”Ke mana pun anak itu pergi, pasti dia akan kembali ke ibunya. Maka, naluri ibu yang lemah lembuh, santun, dan bersahaja akan muncul karena perannya sebagai ibu itu sudah fitrah dari Allah,” terangnya. (bam/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana