Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mengenal Kasatlantas Polres Pamekasan AKP L Rahmad Budiarto, Balap Liar Jadi Perhatian Khusus

Fatmasari Margaretta • Minggu, 3 Desember 2023 | 00:41 WIB

 

SERTIJAB: Kapolres Pamekasan AKBP Satria Permana memasang pangkat di bahu Kasatlantas Polres Pamekasan AKP L Rahmad Budiarto, Sabtu (28/10).
SERTIJAB: Kapolres Pamekasan AKBP Satria Permana memasang pangkat di bahu Kasatlantas Polres Pamekasan AKP L Rahmad Budiarto, Sabtu (28/10).

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kasatlantas Polres Pamekasan sebelumnya diduduki AKP Suryono. Namun, kini menjadi milik AKP L Rahmad Budairto.

Sosok AKP L Rahmad Budiarto belum familiar bagi masyarakat Kabupaten Pamekasan. Sebab, pria berusia 49 tahun itu baru meninjakkan kakinya di Bumi Gerbang Salam kurang dari dua bulan

Rahmad sudah 27 tahun mengabdikan diri pada bangsa dan negara dengan menjadi anggota polisi. Yaitu, sejak usianya 22 tahun. Oleh karena itu, pengalamannya sebagai anggota Polri tidak perlu dipertanyakan.

Baca Juga: Jangan Buang Kesempatan! Penyetoran Balot Semakin Dekat, Persiapan Sambut Malam Penganugerahan MA 85 Persen

Dia menuturkan, cita-citanya menjadi polisi tumbuh sejak dirinya masih kecil. Menjadi aparat penegak hukum (APH) bagi dia merupakan pengabdian luar biasa bagi masyarakat dan bangsa.

”Keinginan itu memang ada sejak kecil. Jadi polisi itu luar biasa. Meskipun tugasnya berat, selalu pindah dari satu tempat ke tempat yang lain,” ucapnya Rabu (29/11).

Kariernya di Korps Bhayangkara dimulai dari bawah. Waktu kali pertama bertugas di Polres Tulungagung ditunjuk sebagai driver pribadi pimpinannya.

”Kalau sekarang mungkin ajudan, tapi dulu tidak ada. Jadi, saya bertugas sekaligus jadi sopir Kapolres,” jelasnya.

Meski begitu, hal tersebut tidak membuat hati Rahmad kecewa. Justru dari sanalah dia belajar banyak dari pimpinannya secara langsung. Kemudian, Rahmad dipindah ke Polsek Ngantru yang juga berada di wilayah hukum Tulungagung

”Di Ngantru cukup lama, lebih kurang 10 tahun,” imbuhnya

Baca Juga: Sugianto Kirim Suket Dokter, Urung Beri Keterangan pada Pemeriksaan Perdana di Ditreskrimsus Polda Jatim

Selanjutnya, Rahmad melanjutkan pendidikan di sekolah inspektur polisi (SIP). Kemudian, Rahmad dipromosikan untuk menjadi Kanit Pidsus Satreskrim Polres Kota Kediri.

Dia juga pernah dipercaya untuk menduduki posisi sebagai Kanit Lantas Polsek Kota Kediri.

Pada 2014, Rahmad kembali bertugas di kampung halamannya di Kabupaten Tulungagung. Dia  dipercaya menjadi Kanit Regident Polres Tulungagung selama tiga tahun.

”Nah, pada 2021 lalu, saya di PJR Jatim IV Malang. Setahun kemudian saya dipercaya di Kapolsek Pakel yang masuk wilayah hukum Polres Tulunggagung.

Baru tahun ini, saya dipindah ke Pamekasan, menggantikan Pak Suryono,” bebernya.

Suami dari almarhumah Olivia Efayanti itu mengaku butuh penyesuaian diri dengan kondisi Kabupaten Pamekasan. Akan tetapi, dia sangat mengagumi pola kehidupan di Madura. ”Pamekasan ini kotanya hidup,” jelas dia.

Sebagai Kasatlantas, Rahmad punya tanggung jawab besar dalam urusan transportasi. Khususnya pada masalah ketertiban dalam berlalu lintas.

”Jadi, tugas saya di bidang lalu lintas, kami bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi,” ucapnya

Rahmat menambahkan, kondisi lalu lintas di Madura sangat baik. Dia tidak hanya memberi fokus pada wilayah perkotaan, tapi juga wilayah desa. Tujuannya, memberikan edukasi ketertiban lalu lintas di masyarakat.

Baca Juga: Sugianto Kirim Suket Dokter, Urung Beri Keterangan pada Pemeriksaan Perdana di Ditreskrimsus Polda Jatim

”Lalu lintas tidak hanya bicara soal melanggar atau tidak. Lebih dari itu bagaimana menjaga hidup kita, karena taruhannya nyawa,” tegasnya.

Salah satu perhatian besar Rahmad sebagai Kasatlantas yaitu mengantisipasi balap liar. Sebab, aktivitas itu merugikan diri sendiri dan orang lain. Oleh karena itu, dirinya mengampanyekan tertib berlalu lintas.

Selama satu bulan menjabat sebagai Kasatlantas, dia berhasil menghentikan aktivitas balap liar di kawasan perkotaan. Buktinya, sudah ada 31 motor yang berhasil diamankan. ”Iya, kemarin ada yang kami amankan,” ungkapnya.

Dia berharap, kesadaran masyarakat terhadap undang-undang lalu lintas meningkat. Dengan begitu, angka dan potensi kecelakaan bisa dikurangi.

Pihaknya menyadari upayanya untuk mendorong masyarakat patuh dalam lalu lintas tidak mudah. Namun, bukan berarti tidak bisa.

 ”Semuanya harus dimulai dengan kesadaran. Makanya, edukasi itu penting, Terutama di kalangan anak muda yang mudah ikut-ikutan budaya yang tidak biasa, seperti balap liar dan semacamnya,” katanya. (*/jup)

Editor : Fatmasari Margaretta
#sekolah polisi #pamekasan #polri #berita pamekasan #Korps Bayangkara #karier #Satlantas #polisi