JAKARTA, RadarMadura.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI mengapresiasi kinerja para pemangku kepentingan pembangunan ketenagakerjaan yang telah berkontribusi pada pemulihan kondisi ketenagakerjaan di Indonesia pasca pandemi COVID-19.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah dalam acara Naker Award 2023 yang digelar di Jakarta, Jumat (1/12).
"Kita semua adalah satu kesatuan ekosistem pembangunan ketenagakerjaan. Ini tentunya bukanlah hasil kerja Kemnaker saja, melainkan kita semua, seluruh stakeholder pembangunan ketenagakerjaan," ujar Ida.
Ida menunjukkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan adanya peningkatan jumlah penduduk bekerja dan penurunan angka pengangguran di Indonesia pada Agustus 2023.
Berdasarkan data BPS, dari total 147,71 juta angkatan kerja di Indonesia, sebanyak 139,85 juta orang atau 94,68 persen telah terserap pasar kerja.
Dari jumlah tersebut, ada 96,39 juta orang yang bekerja penuh waktu, 34,12 juta orang yang bekerja paruh waktu, dan 9,34 juta orang setengah pengangguran atau bekerja kurang dari 35 jam dalam sepekan.
Sementara itu, jumlah pengangguran terbuka pada Agustus 2023 tercatat berkurang 580 ribu orang atau 0,54 persen menjadi 7,86 juta orang dari 8,24 juta orang pada Agustus 2022.
"Upaya pemulihan kondisi ketenagakerjaan setelah pandemi COVID-19 tidak mudah. Oleh karena itu, kami memberikan penghargaan kepada kepala daerah dan perusahaan yang berkontribusi pada upaya pemulihan kondisi ketenagakerjaan di dalam negeri," kata Ida.
Ida menjelaskan bahwa ada empat kategori penghargaan yang diberikan oleh Kemnaker, yaitu indeks pembangunan ketenagakerjaan, Olimpiade Pengupahan Berbasis Produktivitas (OPBP), Pengukuran Produktivitas, dan Perusahaan Terbaik.
Indeks pembangunan ketenagakerjaan diberikan kepada gubernur yang dinilai berhasil memajukan pembangunan bidang ketenagakerjaan di daerahnya.
OPBP diberikan kepada perusahaan yang telah menerapkan sistem pengupahan berbasis produktivitas dan membangun kesadaran sosial untuk menerapkan pengupahan yang adil dan berdaya saing melalui struktur dan skala upah.
Pengukuran Produktivitas diberikan kepada perusahaan yang menunjukkan keberhasilan dalam menerapkan konsep produktivitas dan kualitas dalam kehidupan usahanya. Baik secara umum maupun secara khusus. Lebih-lebih di bidang produksi, pemasaran, tenaga kerja, keuangan, serta penerapan dan penguasaan teknologi.
Perusahaan Terbaik diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil menjalankan dan mengembangkan bisnis di Indonesia sekaligus berkontribusi pada pembangunan ketenagakerjaan nasional.
Ida berharap bahwa ajang penghargaan ini dapat membangun kesadaran dan tindakan kolektif para pemangku kepentingan pembangunan bidang ketenagakerjaan.
"Kolaborasi, sinergi, dan kepercayaan yang terbangun akan mengakselerasi pencapaian target pembangunan ketenagakerjaan dan menjadi modalitas penting dalam menghadapi berbagai tantangan ketenagakerjaan ke depan. Kolaborasi, sinergi, dan kepercayaan ini adalah kunci untuk melalui masa-masa perubahan, masa-masa yang penuh dinamika, dan masa-masa yang penuh ketidakpastian," tutup Ida. (hasan)
Editor : Hendriyanto