PAMEKASAN, RadarMadura.id – Aula Politeknik Negeri Madura (Poltera) yang dipenuhi undangan Jumat (3/12/2021) malam tiba-tiba hening.
Suasana itu terjadi saat Direktur PT Madura Intermedia Pers Abdul Aziz menyebut salah satu penerima penghargaan yang merupakan tokoh penting di republik ini. Dia adalah putra Madura yang mencetuskan gagasan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
”Kita patut memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada putra Madura yang punya andil besar dalam sejarah Indonesia itu,” kata Aziz malam itu.
Pernyataan itu dibiarkan menggantung. Aziz tidak menyebut nama dalam sambutan itu. Rasa penasaran undangan terjawab saat prawara mengumumkan penerima penghargaan seumur hidup. Dialah M. Tabrani, ketua Kongres Pemuda Pertama.
Tepuk tangan seketika bergemuruh memenuhi ruangan. Amie Primarni yang didampingi putranya, Zul Hazmi Karim, beranjak dari kursi. Putri bungsu M. Tabrani itu menuju panggung untuk menerima trofi dan piagam Lifetime Achievement Awards yang diberikan JPRM kepada sang ayah.
Trofi diserahkan oleh Pemred JPRM Lukman Hakim AG. Sementara penyerahan piagam oleh Kepala Balai Bahasa Jawa Timur Asrif.
Salah satu jasa besar Tabrani adalah menggagas penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Ide ini sekaligus menentang pendapat M. Yamin yang menyebut bahasa persatuan adalah bahasa Melayu.
Karena gagasan Tabrani itulah, poin ketiga Sumpah Pemuda dengan tegas menyebut bahasa persatuan Indonesia adalah bahasa Indonesia.
”Nomor 1 dan 2 saya setuju. Nomor 3 saya tolak. Jalan pikiran saya, kalau tumpah darah dan bangsa disebut Indonesia, maka bahasa persatuannya harus disebut bahasa Indonesia dan bukan bahasa Melayu,” tegas Tabrani.
Tabrani wafat pada 12 Januari 1984. Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta. ”Ayah meninggal saat saya usia 19 tahun,” kenang Amie.
Perempuan kelahiran 23 Desember 1965 itu sangat terharu diundang JPRM untuk menerima penghargaan yang diberikan kepada ayahnya.
Sebab, meski ayahnya dari Pamekasan, awal Desember 2021 Amie baru pertama berkunjung ke tanah leluhur di Pulau Garam.
Kunjungan pertama itu sekaligus untuk tapak tilas leluhurnya di Bumi Gerbang Salam. Selain ke bekas rumah yang pernah ditempati M. Tabrani, Amie juga ziarah ke makam keluarga besar sang ayah, termasuk kuburan ayah dan bunda M. Tabrani.
Karena itu, dia mengucapkan terima kasih kepada JPRM. Sebab, berkat kehadiran untuk menerima penghargaan Lifetime Achievement Awards kepada M. Tabrani, Amie sampai juga ke Madura. (luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia