Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Alun-Alun Trunojoyo, Sampang, Jadi Pasar Dadakan, Genangan Hambat Lalu Lintas di Ruas Jalan Nasional

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 15 Maret 2024 | 16:59 WIB
PADAT: Pedagang Pasar Srimangunan gelar pasar dadakan di area Alun-Alun Trunojoyo, Sampang, Kamis (14/3). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)
PADAT: Pedagang Pasar Srimangunan gelar pasar dadakan di area Alun-Alun Trunojoyo, Sampang, Kamis (14/3). (JUNAIDI PONDIYANTO/JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Suasana di Alun-Alun Trunojoyo, Sampang  tidak seperti biasanya Kamis (14/3).

Sebab, ikon Kota Bahari itu tiba-tiba menjadi pasar dadakan. Banyak pedagang bertransaksi dengan pembelinya di sisi utara alun-alun.

Salah satu pedagang mengaku biasa berjualan di Pasar Srimangunan. Namun, dirinya bersama pedagang yang lain memilih berjualan di Alun-Alun Trunojoyo lantaran aktivitas di Pasar Srimangunan lumpuh akibat banjir.

Perempuan berkerudung yang enggan menyebutkan namanya itu mengungkapkan, banjir yang terjadi di area pasar tidak terlalu parah.

Tetapi, pedagang merasa akan sepi pembeli apabila tetap berjualan di pasar. Jadi, sementara waktu berjualan di sekitar area alun-alun. Setelah banjir surut, akan kembali ke Pasar Srimangunan.

”Ini hanya sementara karena sekarang Sampang tengah dilanda banjir,” tutupnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Permukiman (DLH Perkim) Sampang Faisol Ansori memaklumi situasi yang terjadi di area alun-alun.

Sebab, saat ini masih dalam situasi banjir. Sedangkan aktivitas pasar dadakan juga untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

Pihaknya meminta pedagang dan pengunjung pasar dadakan menjaga kebersihan. Sebab, aktivitas pasar kerap menghasilkan produksi sampah yang banyak. Sehingga, tidak menambah beban petugas kebersihan di Alun-Alun Trunojoyo.

”Sementara karena sekarang situasinya darurat, tentu tidak masalah. Asal kebersihan lingkungan tetap dijaga agar tidak membebani kinerja petugas kami,” terang Faisol.

Hujan deras yang terjadi dua hari terakhir juga membuat kawasan di Kabupaten Sumenep tergenang.

Baca Juga: Bangun Dapur Umum Untuk Korban Banjir Sampang, Ringankan Masyarakat Saat Ibadah Puasa

Salah satunya terjadi di ruas jalan Sumenep–Pamekasan di Desa Patean, Kecamatan Batuan, juga ikut tergenang. Genangan tersebut menghambat arus lalu lintas.

HARAP PELAN: Personel Satlantas Polres Sumenep menertibkan arus lalu lintas di lokasi genangan air di Desa Patean, Kecamatan Batuan, Kamis (14/3). (MOHAMAD ERWIN MAULIDIN M/JPRM)
HARAP PELAN: Personel Satlantas Polres Sumenep menertibkan arus lalu lintas di lokasi genangan air di Desa Patean, Kecamatan Batuan, Kamis (14/3). (MOHAMAD ERWIN MAULIDIN M/JPRM)

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep Wahyu Kurniawan Pribadi mengatakan, genangan terjadi di berbagai titik.

Salah satunya di Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep. Kemudian, di Desa Sendir, Kecamatan Lenteng. Lalu, di permukiman warga di Desa Babbalan, Kecamatan Batuan.

”Jalan raya di Desa Patean juga ada genangan yang cukup mengganggu pengendara,” katanya.

Genangan tersebut cukup mengkhawatirkan karena sebagian rumah warga mulai terendam. Namun, tidak ada korban jiwa dalam bencana alam tersebut.

”Ada sebagian yang sampai masuk ke teras rumah warga,” ucapnya.

Wahyu menjelaskan, genangan yang terjadi karena meluapnya beberapa sungai di Kota Keris. Mulai dari Sungai Muangan, Kebonagung, dan lainnya.

Luapan terjadi karena tidak mampu menampung debit air hujan yang terjadi sejak Selasa (12/3).

Pihaknya sudah menerjunkan personelnya ke berbagai wilayah terdampak banjir. Tujuannya, untuk mengkroscek kondisi di lapangan. Tujuannya, untuk mengetahui keadaan warga.

”Yang pasti kita sudah melakukan patroli, termasuk pemantauan kepada warga,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Sumenep AKP Alimudin Nasution mengatakan, genangan yang terjadi di ruas jalan nasional tersebut mengganggu kelancaran lalu lintas. Sehingga, pihaknya harus menurunkan personel untuk mengurai kemacetan.

”Ada sebagian kendaraan warga yang mogok,” ujarnya.

Mantan Kasatlantas Polres Sampang itu juga menyampaikan, ketinggian air yang menggenangi jalan utama tersebut 40–50 sentimeter. ”Kami juga imbau pengendara untuk berhati-hati,” katanya. (iqb/jun/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#BPBD Sumenep #genangan #Banjir #polres sumenep #Ketinggian Air #DLH Perkim Sampang