Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Diminati Lintas Generasi, Outfit Skena Diklaim sebagai Pakaian Anti Rasis

Amin Basiri • Minggu, 7 September 2025 | 17:06 WIB
SELARAS: Asri Agustina Salsabila berfoto mengenakan pakaian warna senada dengan hijab saat berada di sebuah kafe.
SELARAS: Asri Agustina Salsabila berfoto mengenakan pakaian warna senada dengan hijab saat berada di sebuah kafe.

Bangkalan, RadarMadura.id– Skena merupakan akronim dari sua, cengkerama, dan kelana.

Seiring perkembangan zaman, lahirlah gaya berpakaian yang dikenal dengan outfit skena.

Fenomena ini kini kian digandrungi, tidak hanya oleh kalangan muda, tetapi juga lintas generasi.

“Setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Pameo itu pantas ditautkan dengan gaya pakaian skena.

Sebab, begitu banyak peminatnya lintas generasi,” ujar Asri Agustina Salsabila, mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi FISIB Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Perempuan yang akrab disapa Cici itu menuturkan, outfit skena sudah sangat familier bagi generasi Zoomers atau Gen Z.

Namun, bukan hanya mereka. Sebagian generasi Y hingga generasi Alpha juga ikut mengenakan outfit tersebut.

“Hal itu saya jumpai saat nongki di beberapa kafe di Surabaya,” katanya.

Menurut Cici, gaya skena sebenarnya bisa digunakan oleh siapa saja tanpa batasan umur maupun penampilan.

“Nggak cuma individu yang lahir mulai tahun 1997 sampai 2012, lintas generasi bisa juga kok,” ucapnya.

Lebih jauh, Cici menegaskan bahwa outfit skena identik dengan sikap anti rasis.

“Artinya, semisal ada orang berkulit sawo matang mau pakai skena, sah-sah saja.

Baca Juga: Ekspresikan Diri dengan Pakaian Casual, Bebas Dikombinasikan dengan Aksesori Sesuai Selera

Nggak peduli sama warna kulit,” tegas gadis kelahiran Bangkalan, 11 Agustus 2003 itu.

Cici menambahkan, yang paling menonjol dari outfit skena adalah ukuran pakaian.

“Contoh, celana yang dipakai oversize atau bajunya melebihi ukuran standar sang pemakai,” tuturnya.

Outfit ini juga tergolong super adaptif karena bisa dipadupadankan dengan berbagai jenis pakaian dan aksesori.

“Contoh simpelnya begini, seseorang yang mengenakan outfit skena bisa pakai topi, bandana, kacamata, atau bahkan tas.

Kalau sepatu itu hukumnya sudah wajib,” jelasnya.

Kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Cici juga menyampaikan bahwa aksesori dalam gaya skena sepenuhnya bergantung pada selera pemakai.

“Siapa pun boleh menambahkan aksesori apa pun saat memakai outfit skena. Kalau ngerasa nyaman, nggak masalah,” katanya.

Ia pun sering menjumpai gaya tersebut saat nongkrong di kafe.

“Biasanya ada yang pakai jaket dan hoodie, ada juga yang menambahkan kalung, anting, atau rantai. Semuanya oversize, dan itu yang bikin menonjol,” bebernya.

Meski sehari-hari berhijab, Cici tidak merasa kesulitan tampil dengan outfit skena.

“Kalau aku cenderung pakai tas dan kacamata. Yang penting nyaman aja,” pungkasnya.

Tentang Narasumber

Cici, yang memiliki nama lengkap Asri Agustina Salsabila, lahir di Bangkalan pada 11 Agustus 2003.

Saat ini ia tinggal di Jalan Letnan Singosastro Nomor 3, Bangkalan.

Gadis berzodiak Leo tersebut tengah menempuh pendidikan di Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya, Universitas Trunojoyo Madura.

Selain aktif sebagai mahasiswi, Cici juga dikenal gemar memasak dan travelling. (Yan)

Editor : Amin Basiri
#pakaian #skena #lifestyle