PAMEKASAN, RadarMadura.id – Cuaca cukup berpengaruh terhadap hasil durian. Panen bisa saja gagal jika pohon buah berduri itu diguyur hujan secara terus-menerus. Rasa manis dari durian cenderung berkurang.
Durian mentega akan kehilangan nilai tawar jika rasa yang dihasilkan terlalu hambar atau tidak ada rasa sama sekali.
Beruntung, cuaca di musim ini tidak banyak berpengaruh. Sebab, sebagian durian jenis ini sudah banyak dipanen.
Muslihah, anak Siti Zainab, mengaku telah memanen sekitar 150 buah durian. Biasanya, dia bisa mendapatkan buah lebih dari jumlah itu.
Namun karena faktor cuaca, ibu dan anak tersebut harus ikhlas menerima hasil panen durian mentega.
”Biasanya, untuk pohon tertua yang berusia lebih 35 tahun ini, bisa menghasilkan durian hingga 300 buah. Selain berkurang (jumlah durian, Red), kalau sering hujan juga berpengaruh pada ketebalan daging,” imbuh Muslihah.
Masa panen durian di Pamekasan memang selalu terjadi di musim hujan. Sehingga, para pemilik pohon durian harus siap menerima segala risiko cuaca. Tetapi, tahun ini bisa dibilang lebih baik jika dibandingkan tahun lalu.
Di Kecamatan Pegantenan, jumlah durian mentega memang tidak sebanyak durian kasur.
Tetapi, bukan berarti durian jenis ini tidak laku. Banyak pencinta durian yang sengaja datang ke wilayah itu hanya untuk mencicipi rasa yang berbeda.
Durian mentega tetap ada peminatnya. Sebab, selera setiap orang berbeda-beda. Begitu juga dengan rasa buah berduri yang satu ini. Silakan coba. (afg/luq)
Editor : Achmad Andrian F