SUMENEP, RadarMadura.id – BPJS Kesehatan mengingatkan calon jemaah haji untuk memastikan status kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif. Langkah tersebut penting untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi jemaah dan keluarga selama menjalankan ibadah haji.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Galih Anjung Sari, mengatakan kondisi kesehatan tidak dapat diprediksi. Perlindungan jaminan kesehatan dinilai penting agar peserta tetap terlindungi saat membutuhkan layanan kesehatan.
“Calon jemaah haji bisa saja mengalami gangguan kesehatan kapan saja. Oleh sebab itu, pentingnya menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif agar saat membutuhkan pelayanan kesehatan, biaya pengobatan dapat dijamin sesuai ketentuan,” ujar Galih.
Menurut Galih, ketenangan dalam beribadah juga dipengaruhi perlindungan kesehatan bagi keluarga di rumah. Dengan kepesertaan aktif, jemaah dan keluarganya dapat mengakses layanan kesehatan tanpa kendala biaya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Ingatkan Pentingnya Menjaga Status JKN Tetap Aktif
“Selain untuk diri sendiri, perlindungan JKN juga penting bagi keluarga yang ditinggalkan di tanah air. Oleh sebab itu, jangan lupa memastikan seluruh anggota keluarga telah terdaftar dan aktif sebagai peserta JKN,” ujarnya.
Galih menambahkan bahwa status kepesertaan aktif juga menjadi salah satu syarat administrasi calon jemaah haji. Ia mengimbau masyarakat rutin mengecek status kepesertaan melalui layanan PANDAWA maupun Aplikasi Mobile JKN.
“Program JKN juga mengedepankan prinsip gotong royong. Ketika peserta rutin membayar iuran dan tidak menunggak, maka secara tidak langsung telah membantu peserta lain yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan,” tambah Galih.
Sementara itu, peserta JKN asal Kabupaten Sumenep, Maryamah (68), mengaku merasakan manfaat menjaga status kepesertaan tetap aktif setelah menunaikan ibadah haji. Ia merasa lebih tenang dan fokus beribadah karena memiliki perlindungan kesehatan.
“Menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif menurut saya memang menjadi kewajiban sebagai peserta. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit, sehingga perlindungan kesehatan sangat penting dimiliki,” katanya.
Maryamah juga mengapresiasi layanan digital yang disediakan BPJS Kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN. Menurutnya, layanan tersebut memudahkan peserta untuk mengecek status kepesertaan secara praktis.
“Sekarang semuanya lebih mudah karena bisa dilakukan secara digital. Melalui Aplikasi Mobile JKN, saya bisa cek status kepesertaan kapan saja dan di mana saja, sehingga membuat saya lebih tenang saat menjalankan ibadah haji,” pungkasnya. (*/dry)
Editor : Hendriyanto