PAMEKASAN, RadarMadura.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk peserta segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) di Kabupaten Pamekasan. Salah satunya Merica Roballi, pekerja swasta yang telah menjadi peserta JKN selama kurang lebih 10 tahun dan merasakan langsung perlindungan kesehatannya.
Merica pertama kali memanfaatkan JKN saat menjalani pengobatan asma yang dideritanya. Penyakit tersebut merupakan faktor keturunan dari neneknya sehingga ia harus rutin memeriksakan kondisi kesehatannya agar tetap stabil.
“Saya punya asma karena turunan dari nenek. Sejak jadi peserta JKN, saya rutin periksa dan sangat terbantu,” ujar Merica saat wawancara pada Kamis (12/2).
Merica menambahkan, orang tuanya juga memanfaatkan JKN saat menjalani pengobatan diabetes. Kehadiran JKN membuat keluarganya merasa tenang karena biaya pelayanan kesehatan ditanggung tanpa beban besar.
“Orang tua saya juga pakai JKN waktu sakit diabetes. Semuanya biayanya dijamin dari pemeriksaan hingga obat-obatan, Jadi kami benar-benar merasakan manfaatnya sebagai satu keluarga,” katanya.
Baca Juga: Ramai Peserta PBI Dinonaktifkan, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan
Dalam perjalanannya sebagai peserta, Merica sempat menghadapi kendala ketika status kepesertaannya nonaktif saat hendak meminta rujukan di puskesmas. Kondisi itu membuatnya khawatir karena ia membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan asmanya tetap terkontrol.
“Waktu mau minta rujukan, ternyata status saya nonaktif. Saya sempat bingung dan takut tidak bisa berobat,” ungkapnya.
Petugas puskesmas kemudian mengarahkan Merica untuk melakukan konfirmasi ke Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan dengan membawa persyaratan seperti surat keterangan tidak mampu, kartu keluarga, dan surat keterangan membutuhkan pengobatan dari puskesmas. Ia mengikuti prosedur tersebut agar kepesertaannya dapat diaktifkan kembali sesuai ketentuan.
“Setelah saya urus ke Dinas Sosial dan lengkapi berkasnya, alhamdulillah status saya aktif lagi dan bisa mengakses kesehatan tanpa ada kendala. Prosesnya cukup mudah,” jelasnya.
Kini Merica kembali rutin kontrol setiap tiga bulan sekali di puskesmas untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap stabil. Seluruh biaya pemeriksaan hingga obat-obatan ditanggung Program JKN tanpa biaya tambahan.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Dorong Pola Hidup Sehat untuk Tekan Penyakit Katastropik
“Semua ditanggung, dari periksa sampai obat. Kalau tidak ada JKN, saya tidak tahu harus keluar biaya berapa untuk berobat rutin seperti ini,” tuturnya.
Di akhir wawancara, Merica berharap Program JKN terus berlanjut dan semakin baik dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Ia menilai kehadiran JKN membuat masyarakat tidak lagi khawatir terhadap kendala biaya berobat.
“Program JKN ini sangat membantu kami untuk berobat tanpa terkendala biaya. Semoga berkelanjutan, terus berinovasi dan semakin baik ke depannya,” pungkasnya. (*/dry)
Editor : Hendriyanto