Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kisah Peserta JKN Pamekasan: Dampingi Istri Cuci Darah Tanpa Khawatir Biaya

Hendriyanto • Jumat, 22 Agustus 2025 | 22:11 WIB

TERBANTU: Kamdari, seorang wiraswasta asal Pamekasan saat menemani istrinya yang rutin menjalani cuci darah.
TERBANTU: Kamdari, seorang wiraswasta asal Pamekasan saat menemani istrinya yang rutin menjalani cuci darah.

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kamdari (53), seorang wiraswasta asal Pamekasan, terus mendampingi istrinya yang menderita komplikasi akibat diabetes melitus. Sang istri kini harus rutin menjalani cuci darah, dan Kamdari selalu memberikan semangat penuh kesabaran.

Ia menceritakan kondisi kesehatan istrinya pernah menurun drastis hingga darurat, sehingga harus dilarikan ke RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan. Setelah pemeriksaan, dokter menyatakan fungsi ginjal istrinya menurun dan harus menjalani cuci darah secara rutin.

“Istri saya memang sebelumnya memiliki Riwayat Diabetes Melitus. Saat kondisi kesehatannya menurun dan dalam kondisi gawat darurat, saya segera membawanya ke RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter bilang bahwa kondisi kesehatan istri saya cukup serius karena terdapat penurunan fungsi ginjal dan harus segera menjalani cuci darah,” kata Kamdari, Rabu (20/8).

Saat itu kapasitas layanan cuci darah di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo sudah penuh. Akhirnya sang istri dirujuk ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk mendapatkan layanan hemodialisa.

Baca Juga: Transformasi Digital BPJS Kesehatan, Peserta JKN Kini Bisa Urus Layanan dari Rumah

“Di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan saat itu sudah penuh, sehingga istri saya tidak bisa ditangani di sana. Alhamdulillah, akhirnya bisa ditangani di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. Jadi sekarang istri saya harus cuci darah dua kali dalam seminggu di sana,” ungkapnya.

Kamdari merasa sangat terbantu dengan adanya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berkat kepesertaan JKN yang aktif, seluruh layanan kesehatan istrinya berjalan lancar tanpa hambatan biaya.

“Alhamdulillah waktu istri saya masuk rumah sakit, status kepesertaannya aktif. Jadi perawatan bisa dapat dilakukan. Kalau tidak dijamin dengan BPJS Kesehatan, tentu biaya yang harus saya keluarkan sangat besar. Apalagi sekarang harus cuci darah rutin dua kali dalam seminggu, tentu biayanya tidak sedikit,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program JKN benar-benar meringankan beban keluarganya. Dengan hanya membayar iuran bulanan, biaya pengobatan yang bisa mencapai jutaan rupiah sepenuhnya dijamin.

“Kalau kita masih sehat, mungkin sering merasa seolah-olah tidak butuh BPJS Kesehatan. Tapi setelah mengalami sendiri seperti yang saya alami, barulah kita akan sadar betapa pentingnya program JKN ini. Dengan iuran yang terjangkau, biaya pengobatan besar bisa ditanggung. Saya dan keluarga sangat bersyukur atas hadirnya program JKN,” kata Kamdari.

Baca Juga: Warga Bali Ditemukan Mengapung di Kamal

Kamdari juga mengajak masyarakat agar tidak menunda membayar iuran dan memastikan status kepesertaannya selalu aktif. Menurutnya, sakit bisa datang kapan saja, sehingga perlindungan kesehatan menjadi hal penting.

“Saya berpesan kepada masyarakat untuk selalu menjaga kepesertaan JKNnya tetap aktif. Jadi jangan menunggu sakit baru sadar pentingnya JKN. Kita tidak tahu kapan sakit itu datang, jadi sebaiknya kita selalu waspada dengan menjaga status kepesertaan JKN aktif dan selalu patuh membayar iuran,” tutup Kamdari.

Kisah Kamdari membuktikan bahwa program JKN tidak hanya menjamin layanan kesehatan, tetapi juga memberi ketenangan bagi keluarga. Perlindungan ini membuat peserta bisa fokus pada perawatan tanpa terbebani biaya pengobatan. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#jkn #bpjs kesehatan #cuci darah