BANGKALAN, RadarMadura.id – Nyeri bahu merupakan keluhan yang sering dialami seseorang. Sebagian besar penyebab nyeri bahu tidak berbahaya dan dapat diobati dengan pengobatan rumahan sederhana.
Namun apabila tidak kunjung membaik, nyeri bahu yang dialami merupakan kondisi yang cukup serius sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.
Dokter Penanggung Jawab Poli Ortopedi RSUD Syarambu dr. Baskoro Kusumo Riswanto, Sp.OT., M.Ked.Klin menjelaskan, nyeri bahu dapat terjadi akibat cedera.
Misalnya, karena benturan, mengangkat beban berat, atau menderita penyakit tertentu. Ada beberapa jenis gangguan yang biasa terjadi pada bahu.
Yaitu, bahu kaku, cedera robek pada otot atau tendon bahu, tendinitis, bursitis, dan osteoarthritis.
Bahu kaku disebabkan peradangan pada jaringan yang menempel pada sendi bahu. Saat bahu digerakkan, akan terasa kaku dan nyeri sehingga bisa membuat penderita kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari.
”Jika tidak diobati dengan baik, bahu kaku dapat bertahan hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun,” ujarnya.
Sedangkan cedera robek pada otot atau tendon bahu merupakan kondisi di bahu terdapat kumpulan otot dan tendon yang disebut rotator cuff.
Otot dan tendon bertugas memungkinkan pergerakan lengan secara bebas dan melingkar.
Namun, otot dan tendon rotator cuff bisa cedera atau bahkan robek terjatuh. Kondisi itu dapat meregangkan tangan ke atas secara berlebihan atau terlalu sering melakukan gerakan berulang pada bahu.
”Otot dan tendon rotator cuff juga bisa mengalami masalah akibat proses penuaan,” imbuhnya.
Sedangkan tendinitis atau peradangan pada tendon juga bisa menyebabkan sakit bahu. Karena tendon merupakan jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang.
”Peradangan pada tendon dapat terjadi akibat bahu yang terlalu banyak digerakkan berlebihan. Serta dapat juga terjadi akibat penuaan,” imbuhnya.
Sementara bursitis bisa disebabkan terlalu sering menggerakkan bahu secara berlebihan. Bursitis pada bahu biasanya akan menimbulkan sakit bahu ketika melakukan aktivitas sehari-hari, seperti memakai pakaian.
Sedangkan osteoarthritis atau pengapuran sendi dapat menyebabkan tulang-tulang yang terhubung melalui sendi mengalami kerusakan.
Hal tersebut dapat terjadi pada sendi mana saja di tubuh. ”Termasuk sendi bahu atau bahu. Radang sendi pada bahu dapat menyebabkan nyeri dan kaku pada bahu. Jika tidak diobati, gejala ini dapat bertambah parah seiring berjalannya waktu,” sambungnya.
Ada beberapa langkah yang dilakukan saat mengalami nyeri pada bahu. Yakni, istirahatkan bahu dan hindari menggerakkan bahu serta beraktivitas berat dalam 48 jam setelah cedera, dikompres dengan es dengan cara yang benar selama 4–6 kali sehari, menjaga kestabilan kondisi bahu, dan menjagat area yang cedera agar lebih tinggi dibandingkan jantung.
”Saat ingin rebahan, topang bahu dengan bantal empuk tebal untuk menyangga posisinya, dan segera konsultasikan ke dokter ortopedi terdekat,” sarannya. (jup)
Editor : Ina Herdiyana