SAMPANG, RadarMadura.id – Angka penderita tengkes atau stunting di Kabupaten Sampang masih di atas target minimum pemerintah pusat.
Sehingga, pemerintah berambisi untuk menurunkan angka tengkes menjadi 9 persen.
Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Dinkes KB Sampang Zahruddin mengaku mendapat target penurunan angka tengkes setiap tahun.
Saat ini lembaganya ditargetkan bisa menurunkan angka tengkes menjadi sembilan persen.
”Alasannya, pada 2023 mengalami kenaikan angka stunting di Sampang,” katanya.
”Pada 2022, angka stunting di Kabupaten Sampang 6,9 persen, pada 2023 menjadi 14,1 persen. Sehingga, di tahun ini kami ditarget harus mencapai 9 persen,” terangnya.
Pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencapai target yang dibebankan.
Yakni, dengan melakukan pendampingan keluarga. Sasarannya, calon pengantin (catin), ibu hamil, balita, dan ibu bersalin.
Pendampingan yang dilakukan bisa dengan berbagai macam cara.
Misalnya, memberikan edukasi kepada catin untuk melakukan persiapan secara baik. Mulai dari umum, psikologi maupun mental.
Sedangkan pendampingan untuk ibu hamil difokuskan pada kondisi kandungannya. Seperti, melakukan pemeriksaan kandungan dan lain sebagainya.
”Sedangkan untuk ibu yang melahirkan, kami terus memantau bagaimana gizi yang diberikan terhadap bayi, maupun memeriksakan kesehatan anaknya,” terangnya.
Zahruddin menambahkan, meningkatnya angka tengkes di Kota Bahari disebabkan beberapa faktor sensitif dan spesifik.
Faktor spesifik disebabkan oleh kesehatan. Misalnya, penyakit kronis dan kurang gizi.
”Sedangkan dari faktor sensitif disebabkan oleh faktor lingkungan rumah, pola asuh, penyediaan air bersih, dan sebagainya,” terangnya.
Pihaknya akan terus berupaya untuk mendampingi masyarakat agar dapat mengimplementasikan pola hidup sehat.
Sehingga, bisa tahu dan menghindari pemicu tengkes.
”Mari bersama-sama untuk mencegah angka stunting di Sampang dengan menjaga pola hidup sehat agar tidak terus meningkat,” tandasnya. (bai/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia