Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mengenal Inner Child dan Cara Mengatasinya

Berta SL Danafia • Senin, 21 Agustus 2023 | 16:50 WIB
Penanggung Jawab Poli Psikologi RSUD Syamrabu, Andriana Dwi Siswanti,S.Psi., M.Psi., Psikolog. (SYAIFUL BAHRI UNTUK JPRM)
Penanggung Jawab Poli Psikologi RSUD Syamrabu, Andriana Dwi Siswanti,S.Psi., M.Psi., Psikolog. (SYAIFUL BAHRI UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kata inner child sangat populer di kalangan remaja dan masyarakat. Namun, tidak banyak yang memahami secara komprehensif tentang inner child. Sehingga, tidak sedikit yang menganggap inner child sebagai gangguan psikologis, apakah benar demikian?

Penanggung Jawab Poli Psikologi RSUD Syamrabu Andriana Dwi Siswanti S.Psi., M.Psi., Psikolog mengatakan, dalam diri manusia terdapat bagian yang sifatnya seperti anak-anak. Bagian diri itu sangat mempengaruhi suasana kebatinan. ”Inilah yang disebut dengan inner child,” katanya.

Jika seseorang di masa kanak-kanaknya memiliki luka batin yang tidak terselesaikan atau dengan kata lain inner child-nya terluka, kemungkinan luka tersebut akan melekat. Sehingga, menimbulkan gangguan psikologi.

Andriana Dwi Siswanti mengungkapkan, ada beberapa penyebab munculnya perilaku tidak tepat akibat inner child. Di antaranya, mengalami trauma masa kecil, kebutuhan masa lalunya tidak terpenuhi, dan merasa tidak aman dalam keluarga.

Kemudian, sering mendapat kata-kata negatif; mengalami kekerasan, fisik, dan verbal; pelecehan seksual; dan tidak mendapat kesempatan untuk berekspresi. ”Lalu, sering dipermalukan dan diabaikan oleh lingkungannya,” tutur perempuan berhijab tersebut.

Andriana Dwi Siswanti menambahkan, ada beberapa tanda untuk bisa mengetahui inner child yang terluka. Di antaranya, timbul perasaan bahwa ada yang salah dengan diri kita, selalu berusaha menyenangkan orang lain, dan mengabaikan kesenangan diri.

”Senang menjadi pemberontak, selalu mengkritik diri, dan cenderung merasa cemas ketika dihadapkan pada situasi baru. Sering takut ditinggal orang lain, menutupi emosi, berpura-pura menerima keadaan, dan memanipulasi pikiran serta emosi orang lain,” katanya.

Lalu, bagaimana cara mengatasi luka pada inner child? Yakni, menyadari apa yang terjadi di alam bawah sadar diri masing-masing. Kemudian, mengenali penyebab dan meringankan perasaan dari ingatan masa lalu yang tidak menyenangkan. ”Melalui pemaafan ataupun mengambil hikmah dari kejadian masa lalu,” sarannya.

Kemudian, melatih secara berulang-ulang supaya sikap spontanitas yang disebabkan trauma masa kecilnya tidak berlanjut. ”Selain itu, dalam kondisi yang relaks, bayangkan di depan Anda adalah diri Anda saat kecil. Katakan padanya bahwa Anda akan menjaga dan membimbingnya. Nasihati pula untuk memaafkan orang yang menyakiti hatinya,” imbuhnya.

Jika beberapa cara untuk mengatasi inner child sudah dilakukan dan belum juga berhasil, sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog. ”Salah satunya mengunjungi Poli Psikologi RSUD Syamrabu Bangkalan,” imbaunya. (jup/yan)

Editor : Berta SL Danafia
#bangkalan #trauma #inner child #psikologi #radar madura #rsud syamrabu