BANGKALAN, RadarMadura.id – Bertugas di luar negeri menjadi tantangan tersendiri bagi Navynda. Terutama menyiapkan diri untuk bisa berinteraksi dengan orang luar.
Oleh sebab itu, dia harus menguasai setidaknya dua bahasa untuk melancarkan komunikasi dengan masyarakat di pedalaman Afrika.
Saat itu, Briptu Navynda Sherly Fatikasari menguasai bahasa Inggris dan Prancis untuk berinteraksi dengan orang lokal di Afrika.
Bahkan, dia dituntut untuk belajar bahasa Afrika untuk melancarkan interaksinya dengan masyarakat. Meskipun, dia hanya bisa belajar bahasa sapaan yang biasa digunakan sehari-hari.
”Biasanya kalau berintreraksi dengan orang sana menggunakan bahasa Inggris dan Prancis. Saya juga belajar bahasa Afrika untuk ngobrol dengan masyarakat lokal karena tidak semuanya bisa bahasa Prancis atau Inggris,” jelasnya.
Mencari pengalaman baru dan keluar dari zona nyaman menjadi salah satu target Navynda.
Dia berkeinginan untuk kembali mendaftar menjadi bagian dari misi perdamaian PBB tahun depan. Bisa saja dia kembali bertugas di tempat yang sama, atau di negara lain.
”Bisa saja di tempat yang sama atau ada misi perdamaian PBB di negara lain, saya ingin mencobanya lagi,” ucapnya. (za/luq)
Editor : Fatmasari Margaretta