SAMPANG, RadarMadura.id – Tiga orang terlibat saling bacok di Desa Masaran, Banyuates, Sampang, Jumat (24//7) malam.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tiga pria yang terlibat pertikaian tersebut sama-sama mengalami luka.
Kejadian bermula saat pria berinisial S, 60, warga Dusun Paleh, Desa Pao Pale Daya, Kecamatan Ketapang, mengendarai motor dari arah selatan sekitar pukul 20.50.
Tepat di Jalan Dusun Jablung, Desa Masaran, dia berpapasan dengan terduga pelaku HR, 51.
Pelaku yang berboncengan dengan saksi melaju dari arah berlawanan, seketika menabrak motor S.
Kasihumas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menyampaikan, usai tabrakan, S dan HR terlibat cekcok.
Keduanya terlibat perkelahian menggunakan kayu. Namun, perkelahian keduanya berhasil dilerai.
”Saat cekcok dan berkelahi, mereka berhasil dilerai oleh saksi,” katanya Sabtu (25/7).
Tetapi, persoalan tersebut tak berhenti di situ. HR yang tak terima mendatangi rumah sepupunya, H, 44, warga Dusun Ram Aram, Desa Masaran, dan menceritakan kejadian yang baru dialaminya.
Mendengar cerita tersebut, H emosi dan mengajak HR mengambil celurit untuk mencari korban S ke rumah istrinya di Dusun Jablung.
”Keduanya berboncengan mencari korban. Sesampainya di bengkel motor milik korban, mereka mendapati S sendirian hingga terjadi penganiayaan atau perkelahian dengan menggunakan sajam,” ungkap Eko.
Berdasarkan pengakuan para pelaku, ketiganya menggunakan sajam yang berbeda.
S mengaku menggunakan parang, sementara H dan HR sama-sama menggunakan celurit. Akibat perkelahian tersebut, ketiganya mengalami luka-luka.
Eko membeberkan, H mengalami luka sayatan senjata tajam di paha kanan dan siku sebelah kanan.
Sementara HR mengalami luka di tangan sebelah kanan. Korban S mengalami luka di tangan sebelah kanan dan bagian belakang kepala.
”Sejumlah barang bukti sudah kami amankan, tapi sajam dan ranmor tidak ditemukan, diduga disembunyikan oleh keluarga pelaku,” ujarnya.
Dari hasil penyelidikan, penganiayaan terjadi karena HR sakit hati atau dendam terhadap S.
Alasannya, S diduga memiliki hubungan asmara dengan ibu HR. Dia tidak merestui hubungan tersebut.
”Para pelaku diamankan di Polsek Banyuates dan dibawa ke Mapolres Sampang guna proses lidik dan sidik,” paparnya.
Camat Banyuates Moh. Imam membenarkan adanya peristiwa pertikaian tiga warga tersebut.
Meski begitu, dirinya enggan memberikan komentar lebih jauh latar belakang dari perisiwa berdarah tersebut.
"Itu ranahnya penyidik, saya tidak berani menjawab takut salah. Cuma peristiwa itu benar adanya dan terjadi tadi malam (25/7)," tandasnya. (ay/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti