SAMPANG, RadarMadura.id – Dua warga Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung, Sampang, terlibat cekcok yang berujung pertikaian menggunakan senjata tajam (sajam), Rabu (1/7).
Akibat kejadian itu, seorang warga bernama Mawardi, 62, mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Sumber Jawa Pos Radar Madura (JPRM) yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, pertikaian tersebut melibatkan Mawardi dan Mattamin.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 di sebuah bengkel di Desa Nyeloh.
”Awalnya terjadi cekcok, kemudian berujung pertikaian menggunakan sajam,” ujarnya.
Menurut dia, kedua pihak diduga sama-sama membawa senjata tajam. Mawardi diduga menggunakan pisau, sedangkan Mattamin membawa celurit.
”Informasinya, perselisihan itu dipicu persoalan lama. Keduanya memang sudah beberapa kali terlibat cekcok,” katanya.
Humas dan Marketing RSMZ Sampang Amin Jakfar membenarkan bahwa pihaknya menerima seorang pasien bernama Mawardi, warga Desa Nyeloh.
Korban tiba di instalasi gawat darurat (IGD) sekitar pukul 10.30 dalam kondisi sadar.
”Benar, pasien datang dalam keadaan sadar dan langsung mendapat penanganan medis,” katanya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka robek di paha kiri serta lengan kanan dan kiri.
”Penyebab luka masih dalam observasi. Namun, dari karakter lukanya diduga bukan akibat benda tumpul,” jelasnya.
Kapolsek Kedungdung Iptu Syafriwanto membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Namun, polisi belum dapat menjelaskan kronologi secara terperinci karena masih melakukan penyelidikan. ”Masih kami lakukan pendalaman,” ujarnya.
Sementara itu, Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo menyatakan belum menerima laporan lengkap terkait peristiwa tersebut.
”Belum ada laporan yang masuk,” tandasnya saat dikonfirmasi Rabu (1/7). (bai/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti