Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pihak Keluarga Yakin Korban Meninggal di Luar Bandara, Barang Berharga Lenyap

Hera Marylia Damayanti • Jumat, 26 Juni 2026 | 05:05 WIB
BERKABUNG: Petugas saat menurunkan jenazah Ruly Yunis Setiawati di Jalan Flamboyan, Perumda, Bangkalan, Kamis (25/6). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
BERKABUNG: Petugas saat menurunkan jenazah Ruly Yunis Setiawati di Jalan Flamboyan, Perumda, Bangkalan, Kamis (25/6). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id Penyebab kematian Ruly Yunis Setiawati masih menjadi misteri.

Namun, pihak keluarga menduga aparatur sipil negara (ASN) yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Bangkalan itu meninggal sebelum berada di Bandara Internasional Juanda.

Dugaan tersebut didasarkan pada bukti rekaman closed circuit television (CCTV) yang dikantongi oleh kuasa hukum keluarga korban.

Dalam rekaman itu, kendaraan dinas dengan nomor polisi (nopol) M 1090 GP milik korban masuk ke Bandara Juanda, Sabtu (20/6) sekitar pukul 16.00.

Baca Juga: Momen 10 Muharam, Bupati Lukman Bersama PUDAM Sumber Sejahtera Bangkalan Beri Santunan kepada Anak Yatim

Mobil itu dikemudikan seorang pria yang mengenakan masker. Ciri-cirinya, berkulit putih, rapi, dan mengenakan jam tangan dan kaus berwarna biru.

Dalam rekaman CCTV itu korban memang berada di bagian bangku penumpang sebelah kiri dengan posisi jok direbahkan atau ditelentangkan.

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengaku mendapat informasi bahwa mobil yang biasa digunakan oleh korban ditemukan di Bandara Internasional Juanda sekitar pukul 11.30, Rabu (24/6).

Sehingga, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polresta Sidoarjo. 

"Ternyata setelah kami konfirmasi, Tim Inafis Polresta Sidoarjo sudah di TKP (tempat kejadian perkara)," ujarnya.

Pihaknya yakin terdapat pihak yang sengaja membawa mobil korban masuk ke bandara.

Baca Juga: Fakta Baru Meninggalnya Sekdis DPRKP Bangkalan di Mobil, Diduga Meninggal Sebelum Masuk Bandara Juanda

Sementara korban diduga sudah dalam keadaan meninggal dunia. Itu saat seorang pria mengambil tiket masuk dari kursi pengemudi.

"Dugaan kami, ibu Ruly sengaja dibuang dan ditinggalkan di sana (Bandara Juanda)," lanjutnya.

Risang mengungkapkan, korban meninggalkan rumahnya Kamis (18/6) pagi. Korban sempat mengirimkan lokasi atau share location kepada pihak keluarga.

Posisinya berada di sebuah toko buah di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. 

Pada Jumat (19/6), korban masih melakukan video call dengan keluarganya.

Kontak terakhir dengan suaminya terjadi Sabtu (20/6) sekitar pukul 07.00. 

"Siang harinya korban sudah tidak bisa dihubungi oleh pihak keluarga," imbuhnya.

Pihak keluarga sudah melakukan pencarian karena korban tak dapat dihubungi.

Baca Juga: DPRD Kabupaten Bangkalan Minta DLH Gencarkan Sosialisasi, Dorong Maksimalkan Penarikan Retribusi Sampah SPPG

Bahkan, melakukan upaya pelacakan menggunakan aplikasi, namun tidak membuahkan hasil. Pada Selasa (23/6) keluarga sempat ingin melapor ke aparat kepolisian.

Tetapi, niat itu diurungkan karena ingin menunggu satu hari kemudian.

"Rencananya keluarga melaporkan kemarin (Rabu, 24/6), tapi kami sudah mendapatkan informasi bahwa mobil korban ditemukan di bandara," paparnya.

Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal. Terdapat beberapa barang berharga milik korban yang hilang.

Di antaranya, gelang emas dua item, kalung emas, dan cincin yang biasa dikenakan di jari bagian tangan kanan. 

Di tubuh korban hanya tersisa cincin di jari tangan kiri dan anting di sebelah kanan.

Risang menilai Ruly meninggal dengan cara tidak wajar.

Sebab, korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit yang harus memerlukan pengobatan secara intensif. 

Korban hanya memiliki riwayat penyakit lambung akut.

Humas Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong AKBP Ni Made Wiatini menyatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan bagian luar, ditemukan luka robek pada telinga kiri korban akibat kekerasan benda tumpul.

Kemudian, juga ditemukan pelebaran pembuluh darah pada kedua selaput lendir kelopak mata. 

Lalu, ditemukan kebiruan pada selaput lendir bibir atas maupun bawah.

Baca Juga: Sekretaris DPRKP Bangkalan Ditemukan Meninggal di dalam Mobil Dinas setelah Terparkir Berhari-hari di Bandara Juanda

"Kelainan-kelainan itu lazim ditemukan pada kasus mati lemas atau asfiksia," ujarnya.

Kemudian pada pemeriksaan dalam, lidah, epiglotis, dan saluran napas atas tampak berwarna merah kehitaman.

Sementara pada dinding lambung juga berwarna merah kehitaman, serta ditemukan tanda-tanda pembusukan pada seluruh organ tubuh.

"Pada uji formalin tes terhadap otot tangan kanan tampak berwarna merah pucat," bebernya.

Wiatini menambahkan, petugas juga melakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan toksikologi pada ginjal kanan dan kiri.

Lalu, lambung beserta isinya, serta kuku pada jari telunjuk kanan dan kiri. 

Sampel tersebut akan dikirimkan ke Laboratorium Forensik Surabaya. Sementara pada hasil pemeriksaan vagina tidak ditemukan sperma.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan tidak hamil dan diperkirakan sudah meninggal lebih dari dua hari," tutupnya. (za/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#hilang #meninggal #sengaja dibuang #barang berharga #pihak keluarga