PAMEKASAN, RadarMadura.id – Warga Kelurahan Kowel, Kota Pamekasan, digegerkan dengan insiden pembacokan yang terjadi pada Rabu (3/12) malam. Suasana permukiman yang biasanya tenang mendadak berubah riuh setelah kabar penyerangan itu menyebar di tengah warga.
Makmun, 40, menjadi korban serangan orang tak dikenal (OTK) sekitar pukul 21.00. Warga Desa Toronan itu dibacok menggunakan senjata tajam di area utara rumah istrinya. Ironisnya, saat kejadian tidak satu pun warga yang melihat pelaku maupun kronologi pasti penyerangan.
Korban ditemukan sudah tergeletak di jalan dengan tubuh penuh luka dan bersimbah darah. Warga segera mengevakuasi korban ke RSUD Dr H Slamet Martodirdjo (Smart) untuk mendapat penanganan medis.
Sementara itu, pelaku langsung melarikan diri setelah melukai korban dan tidak diketahui identitasnya. ”Waktu kejadian antara pukul 20.00–21.00. Korban dilarikan ke RSUD Smart,” kata Lurah Kowel Ali Oesman Kamis (4/12).
Makmun sebenarnya tidak berdomisili di Kelurahan Kowel. Dia tercatat sebagai warga Desa Toronan. Hanya, istrinya asli warga Kowel, namun dengan status pernikahan siri. Sehingga, administrasinya belum berpindah.
Meski begitu, dia membenarkan peristiwa pembacokan tersebut terjadi di wilayahnya. ”Untuk luka-luka, saya belum bisa memastikan karena tidak melihat korban,” sambungnya.
Kasihumas Polres Pamekasan AKP Jupriadi membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi masih mendalami motif pembacokan tersebut, termasuk mencari informasi pelaku pembacokan.
”Sudah mendapatkan keterangan dari beberapa warga. Masih kami dalami untuk motif, termasuk pelakunya,” jawabnya singkat.
Terpisah, Plt Direktur RSUD Smart Syaiful Hidayat menyatakan, korban terpaksa harus dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya. Hal itu dilakukan karena luka yang diderita cukup berat dan serius, sehingga tidak dapat ditangani secara optimal di rumah sakit daerah tersebut.
”Karena terdapat banyak luka dan ada patah tulang rahang, butuh penanganan yang serius. Ini proses rujukan menunggu ketersediaan tempat di Surabaya,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti