SUMENEP, RadarMadura.id – Kinerja Satreskrim Polres Sumenep lamban. Indikasinya, polisi belum mampu mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor di sebuah bengkel milik warga bernama Ismail. Lokasinya di Desa Kebunan, Kecamatan Kota Sumenep.
Padahal kasus pencurian dengan pemberatan tersebut sudah hampir tiga bulan dilaporkan. Namun, pelaku pencurian mobil Suzuki Ertiga itu belum terungkap. Lambannya pengungkapan kasus menuai kritik dari penasihat hukum terlapor.
Jecky Susanto selaku kuasa hukum korban mendesak Satreskrim Polres Sumenep segera mengungkap pelaku pencurian di bengkel milik kliennya. Pihaknya menduga, pelaku yang nekat mencuri kendaraan roda empat di tempat usaha kliennya merupakan sindikat.
”Kasus ini sudah hampir tiga bulan, tapi belum ada kejelasan hingga saat ini,” katanya.
Pihaknya menilai, lambannya pengusutan yang dilaporkan kliennya disebabkan ketidakseriusan penyidik. Jecky mengancam akan melaporkan penyidik Satreskrim Polres Sumenep kepada Kepala Bagian (Kabag) Pengawas Penyidik (Wasidik) Polda Jawa Timur (Jatim) serta Propam Polda Jatim.
Kanit Idik/I Satreskrim Polres Sumenep Aiptu Asmuni membenarkan institusinya belum mampu mengungkap kasus pencurian yang terjadi pada Sabtu (10/5) tersebut. Namun, kecuriagaannya mengarah pada salah satu nama, yaitu Fais.
Fais diduga sebagai pemilik pertama dari kendaraan yang hilang di bengkel milik Ismail. ”Kalau kami 90 persen yakin memang Fais itu pelakunya. Hanya, nanti yang terlibat di situ siapa saja, pasti akan terus kami cari informasinya,” katanya.
Asmuni mengakui, kasus pencurian yang tersebut ditengarai dilakukan lebih satu orang alias sindikat. Pihaknya telah mencari keberadaan Fais sesuai alamat yang tertera di kartu tanda penduduk (KTP), yakni di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Namun ternyata pelaku tidak ditemukan. Anehnya, sebagian besar warga yang ditanya tentang keberadaan Fais mengaku tidak tahu. Bahkan, ada juga yang merasa ketakutan karena diduga diancam oleh para pelaku.
”Ini memang sindikat, karena saat kami menemui masyarakat di tempat nongkrong Fais ini, orang yang kami temui mengaku diancam dan diminta untuk tidak ikut-ikutan masalah mobil itu,” paparnya.
Sekadar informasi, mobil Suzuki Ertiga berwarna abu-abu metalik dengan nomor polisi F 113 OL hilang di bengkel milik Ismail Sabtu (10/5) sekitar pukul 16.00. Kejadian itu baru diketahui Ismail saat membuka bengkel keesokan harinya.
Dia kaget karena mobil Suzuki Ertiga itu sudah tidak ada di tempat. Padahal kendaraan itu itu menggunakan smart key, artinya mesin tidak bisa hidup tanpa alat khusus. Ismail melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sumenep.
Dia juga menyerahkan sejumlah barang bukti kepada polisi. Salah satunya rekaman closed circuit television (CCTV) yang terpasang di salah satu rumah warga yang tidak jauh dari bengkelnya. (tif/jup)
Editor : Hera Marylia Damayanti