Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Enam Laporan Pencurian Mandek, Kinerja Polres Sampang Dipertanyakan

Fatmasari Margaretta • Sabtu, 2 November 2024 | 19:43 WIB
Grafis oleh Sigit AP/JPRM
Grafis oleh Sigit AP/JPRM

SAMPANG, RadarMadura.id – Kasus pencurian semakin marak terjadi di Desa Jrangoan, Kecamatan Omben, Sampang.

Selama delapan bulan terakhir, terdapat enam kejadian pencurian yang dialami warga. 

Semua peristiwa itu sudah dilaporkan ke Mapolres Sampang.

Namun, hingga sekarang belum ada satu pun pelaku yang berhasil diamankan polisi.

Kondisi tersebut membuat masyarakat resah dan mempertanyakan kinerja Korps Bhayangkara. 

Warga Desa Jrangoan Rohim menyampaikan, pencurian terjadi di semua dusun.

Yakni, Dusun Tobetoh, Rabesen, Tambak, dan Bunggentong. Barang yang dicuri bervariasi, mulai sepeda motor, rokok, dan uang tunai.

Dari enam kasus pencurian yang dialami warga, empat di antaranya terjadi pada Oktober.

Selain itu, terdapat satu kejadian pencurian yang tidak dilaporkan warga ke Mapolres Sampang karena sepeda motor yang dicuri dikembalikan. 

Kasus itu terjadi Rabu (2/10) saat korban terlelap tidur. Awalnya, korban punya niat buat laporan ke polisi.

Setelah diurus, motornya kembali ke tangan pemilik sehingga tidak jadi yang mau membuat laporan, ujarnya.

Pencurian kendaraan bermotor (curanmor) pernah dialami Wahyudi, warga Dusun Rabesen, Jrangoan. Dia kehilangan sepeda motornya pada Kamis (24/10).

Jenisnya adalah Yamaha Vega ZR dengan nomor polisi L 6303 DU.

Kasus itu sudah dilaporkan ke Mapolres Sampang dengan melampirkan bukti pendukung.

Ternyata motor Wahyudi dikembalikan oleh pelaku secara diam-diam.

Motor tersebut diketahui tiba-tiba berada di belakang rumah korban sekitar pukul 18.00, Selasa malam (28/10).

”Korban tidak mencabut laporannya meski sepeda motor sudah ditemukan,” kata Rohim.

Terbaru, kasus pencurian menimpa Abd. Rouf, Kamis (31/10). Toko miliknya di Dusun Tobetoh, Jrangoan diduga dibobol maling.

Barang dagangan berupa rokok dan uang tunai Rp 250 ribu diembat pelaku.

Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 3.250.000.

Rohim memaparkan, sejauh ini belum ada tindak lanjut dari pihak kepolisian terkait sejumlah laporan korban pencurian di desanya.

Kondisi ini membuat masyarakat Jrangoan resah. 

”Kalau hanya perkara tipiring seperti pencurian ayam, tabung LPG, atau yang lainnya warga tidak pernah melapor. Makanya, kami harap pihak kepolisian segera menindaklanjuti dan mengusut tuntas kasus tersebut,” pintanya.

Kasakreskrim Polres Sampang AKP Sigit Nursiyo Dwiyugo tidak berkomentar banyak saat dikonfirmasi mengenai enam laporan pencurian yang dialami warga Desa Jrangoan, Kecamatan Omben.

Dia berdalih masih ingin mengecek perkembangan perkaranya. 

”Kami cek dulu perkaranya,” jawab mantan Kasatreskrim Polres Bangkalan itu. (bil/jup)

Editor : Fatmasari Margaretta
#sepeda motor #uang tunai #kinerja #pencurian #Laporan #Peristiwa