PAMEKASAN, RadarMadura.id – Maskur, petani asal Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, harus berurusan dengan polisi.
Pria berusia 36 tahun tersebut ditangkap Polres Pamekasan karena diduga melakukan pengancaman kepada pengusaha tembakau Pamekasan Khairul Umam dan keluarganya.
Dalam video yang diunggah di akun Medsos bernama Beluk Lecen Madura, pelaku mengancam akan menodai istri dan mertua Khairul Umam. Maskur juga mengajak pria yang karib disapa Haji Her itu untuk duel.
Video itu diunggah pelaku sekitar pukul 23.00 pada Senin (12/8) malam.
Keesokan harinya, Selasa (13/8) sekitar pukul 01.00, video tersebut sampai ke telinga Haji Her dan langsung melaporkan dugaan tindakan pengancaman ke Polres Pamekasan.
Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/186/VIII/2024/SPKT/Polres Pamekasan/Polda Jawa Timur.
Di hari yang sama, Korps Bhayangkara menangkap Maskur di rumahnya di Desa Blumbungan, Kecamatan Palengaan, Selasa (13/8) malam.
Sebelum diamankan, sejumlah orang mendatangi rumah terduga tersangka yang berusaha menghakimi. Beruntung, polisi berhasil mengamankan pelaku dari amukan massa.
”Tersangka dengan sengaja menyebarkan video yang mengandung unsur melanggar kesusilaan, pencemaran nama baik, dan pengancaman,” ujar Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP. Doni Setiawan.
Dalam kasus ini, Maskur disangkakan dengan dua pasal berbeda. Yaitu, pasal 45 ayat (1), (4), dan (6) UU 1/2024 tentang ITE dan pasal r5-B UU1/2024 tentang ITE.
Pria beristri itu terancam hukuman penjara selama enam tahun penjara.
”Kami juga mengamankan beberapa barang bukti (BB) seperti pakaian yang digunakan pelaku saat membuat video dan satu unit handphone merek Oppo F5,” terang polisi dengan pangkat tiga balok emas itu.
Doni mengaku, pihaknya masih mendalami motif pelaku dalam melakukan perbuatan tersebut.
Berdasarkan penyelidikan awal, motif tersangka membuat video ancaman melalui medsos lantaran sentimen pribadi.
Sumber koran ini menyebut jika Maskur merupakan seorang residivis. Ayah dua anak itu pernah tersandung masalah hukum. Dia juga tidak tahu apakah pelaku memiliki dendam pribadi terhadap Haji Her.
”Saya tidak mengerti kenapa dia (Maskur) bisa berbuat seperti itu,” ucap pria yang namanya enggan dikorankan.
Tetangga Maskur mengaku tidak mengenal warga yang datang ke rumah pelaku sebelum diamankan. Menurutnya, sejumlah orang tersebut bukan warga sekitar.
”Saya tidak kenal mereka itu siapa. Sepertinya bukan orang sini (Blumbungan),” tandasnya. (afg/bil)
Editor : Fatmasari Margaretta