Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Leher Hampir Putus, Perut Terburai

Abdul Basri • Rabu, 31 Mei 2023 | 03:41 WIB
SADIS: Kepala Instalasi RSUD Syamrabu Bangkalan Edi Suharto melihat kondisi korban di ruang jenazah, Senin (29/5). (DARUL HAKIM/JPRM)
SADIS: Kepala Instalasi RSUD Syamrabu Bangkalan Edi Suharto melihat kondisi korban di ruang jenazah, Senin (29/5). (DARUL HAKIM/JPRM)
BANGKALAN – Pembunuhan sadis kembali terjadi di Kabupaten Bangkalan. Korbannya adalah Hotimah, warga Dusun Pradang, Desa Karang Duwek, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan. Perempuan 39 tahun itu tewas dengan kondisi mengenaskan. Leher hampir putus dan isi perut terburai.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura (JPRM) di lapangan, korban memiliki tiga anak. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan dengan suaminya sedang tidak harmonis. Bahkan, dikabarkan sudah pisah ranjang selama dua tahun.

Dalam beberapa hari ini, dia sering mendapat telepon dari seorang pria tidak dikenal. Terakhir, pada Minggu (28/5) sekitar pukul 22.00. ”Ternyata tadi pagi (Minggu, Red) korban sudah ditemukan meninggal,” ujar seorang kerabat korban yang enggan disebutkan namanya.

Pria bertubuh tinggi itu menambahkan, korban tinggal bersama orang tuanya dan tiga orang anaknya. Jarak lokasi penemuan mayat dari rumahnya tidak begitu jauh. Hanya dibatasi pagar. ”Mayat korban ditemukan di pekarangan rumah. Sepuluh meter dari rumahnya,” ucapnya.

Diakui olehnya, korban memang sudah pisah ranjang dengan suaminya. Informasi yang diterimanya, suaminya mengajak rujuk, tapi korban selalu menolak. ”Sudah dua tahunan pisah ranjang. Memang tidak ada yang tahu kapan kejadiannya. Bahkan, HP korban tidak ada di lokasi. Informasinya, korban ditelepon seseorang sebelum dibunuh,” tandasnya.

Sementara itu, Siti Hamidah, saudara korban menyampaikan, dirinya dan keluarga sangat terpukul atas kematian adiknya. Sebab, meninggal dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Pihaknya berharap kepada aparat kepolisian agar mengungkap pelakunya. ”Kami hanya ingin tahu siapa pelakunya. Kalau sudah terungkap, dihukum seberat-beratnya,” harapnya dengan suara terbata-bata.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Bangkalan AKBP Febri Isman Jaya mengatakan, pihaknya sudah menindaklanjuti. Tim dari polsek dan polres diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP). ”Pada tubuh korban ada luka akibat benda tajam, yakni pada bagian leher dan perut,” katanya.

Perwira menengah (pamen) dengan dua melati emas di pundaknya itu menyatakan, korban ditemukan meninggal oleh ibunya, Nipah, 60. Selain membawa jenazah ke RSUD Syamrabu untuk diotopsi, pihaknya juga memeriksa enam orang saksi untuk dimintai keterangan. ”Enam orang yang kami mintai keterangan adalah ibu, anak, dan suami korban,” imbuhnya.

Sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. Hasil keterangan saksi, korban dalam beberapa pekan ini sering teleponan dengan seorang pria. Karena itu, pihaknya masih menunggu hasil otopsi dan keterangan saksi. ”Pelaku belum kami temukan. Kami masih lidik. Doanya saja, semoga segera terungkap,” tutupnya.

Kepala Instalasi RSUD Syamrabu Edi Suharto membenarkan melakukan otopsi atas jenazah berjenis kelamin perempuan tersebut. ”Tim sudah melakukan otopsi. Memang pada tubuh korban terdapat luka serius. Leher hampir putus dan isi perut terburai,” jelasnya. (rul/han)

  Editor : Abdul Basri
#warga Dusun Pradang #Desa Karang Duwek #pembunuhan #Kecamatan Arosbaya #Kasus dugaan pembunuhan