Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tragedi Awal yang Membuat Eren Yeager Menjadi Anatagonis di Attack on Titan

Achmad Andrian F • Selasa, 23 Juli 2024 | 18:51 WIB
Karakter Eren Yeager Attack on Titan (wall.alphacoders.com)
Karakter Eren Yeager Attack on Titan (wall.alphacoders.com)

RadarMadura.id – Attack on Titan tak diragukan lagi merupakan salah satu anime terpenting dalam dekade terakhir.

Lebih dari sekadar anime populer, Attack on Titan berhasil membawa anime ke ranah mainstream global dan mengukir namanya sebagai salah satu karya fantasi gelap modern terbaik.

Adaptasi manga karya Hajime Isayama ini memperkenalkan Eren Yeager yang kini dikenal sebagai salah satu anti-hero paling kompleks dan tragis dalam sejarah anime.

Awalnya, Eren digambarkan sebagai protagonis shonen tipikal dengan sifat impulsif dan penuh amarah.

Dipicu oleh tragedi masa lalu, Eren bertekad untuk membalaskan dendam dan membebaskan umat manusia dari cengkeraman Titan.

Kegigihannya yang tak kenal lelah dan tekad baja membuatnya disukai banyak orang, namun sifatnya yang agresif dan kurangnya pertimbangan juga menuai kritik.

Seiring cerita berlanjut, sisi kelam Eren mulai terungkap. Naluri agresifnya kerap membawa malapetaka, dan kekuatan Titan Shifter yang tak terkendali menyebabkan banyak korban jiwa.

Kegigihannya yang dulunya dikagumi perlahan berubah menjadi obsesi yang menjauhkannya dari orang-orang di sekitarnya.

Tragedi demi tragedi terus menimpa Eren, merenggut idealisme dan tekadnya, dan mendorongnya ke jurang kegelapan.

Puncak dari tragedi Eren terjadi di arc terakhir Attack on Titan. Melalui kekuatan Attack Titan dan Founding Titan, Eren memanipulasi ruang dan waktu, menciptakan lingkaran paradoks yang menjerumuskan dirinya dan orang di sekitarnya ke dalam neraka.

Dia mengatur ulang peristiwa masa lalu, termasuk kematian keluarganya dan dirinya sendiri, demi mencapai tujuannya yaitu menyelamatkan Eldia dengan cara memusnahkan dunia melalui Rumbling, genosida global yang dilakukan oleh gerombolan Colossus Titan.

Eren meyakini bahwa genosida adalah satu-satunya jalan menuju kebebasan bagi Eldia.

Namun, ironisnya, tindakannya justru merenggut kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri yang selama ini dia perjuangkan.

Dengan menghancurkan dunia, Eren justru mengulangi siklus kebencian dan kekerasan yang ingin dia hentikan. (andrian)

Editor : Achmad Andrian F
#attack on titan #Eren #antagonis #Tragedi #eren yeager