Tak Banyak yang Tahu, Spanyol Pernah Jadi Pusat Kejayaan Islam, Ini Sejarah Lengkapnya

Fadila An Naila • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 17:18 WIB
Giralda tower Seville Spain Islamic heritage landmark.
Giralda tower Seville Spain Islamic heritage landmark.

RadarMadura.id— Keberhasilan Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 kembali membuat negara di Semenanjung Iberia itu menjadi sorotan dunia.

Namun, di balik reputasinya sebagai salah satu raksasa sepak bola, tidak banyak yang mengetahui bahwa Spanyol pernah menjadi pusat kejayaan peradaban Islam yang memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa.

Dalam artikel ilmiahnya berjudul "Masuknya Islam di Spanyol (Studi Naskah Sejarah Islam)", Rusniati dari Universitas Muhammadiyah Makassar menjelaskan bahwa masuknya Islam ke Spanyol bukan hanya mengubah peta politik kawasan, tetapi juga melahirkan peradaban yang berkembang pesat dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan.

Baca Juga: Lepas Beban dan Makin Hoki, 4 Zodiak Ini Diprediksi Ketiban Enteng Rezeki & Pikiran Mulai Hari Ini

Menurutnya, kondisi ekonomi yang subur serta dukungan pemerintahan saat itu membuat wilayah tersebut melahirkan banyak pemikir besar dan menjadi salah satu pusat intelektual dunia Islam. 

Penelitian tersebut menyebutkan bahwa sejarah Islam di Spanyol bermula pada 711 M, ketika panglima Muslim Thariq bin Ziyad memimpin pasukan dari Afrika Utara menyeberangi Selat Gibraltar dan berhasil mengalahkan Raja Roderick.

Kemenangan itu menjadi titik awal berdirinya kekuasaan Islam di wilayah yang kemudian dikenal sebagai Al-Andalus. 

Sejarawan Philip K. Hitti dalam History of the Arabs, bahkan menyebut periode kekuasaan Islam di Spanyol sebagai salah satu lembaran paling cemerlang dalam sejarah pemikiran Eropa pada Abad Pertengahan.

Saat banyak wilayah Eropa masih mengalami kemunduran intelektual, Al-Andalus justru berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan, filsafat, sastra, dan sains. 

Salah satu kota yang paling menonjol adalah Cordova (Cordoba). Menurut Rusniati, kota ini mampu menyaingi Baghdad sebagai pusat keilmuan dunia Islam. Berbagai lembaga pendidikan, perpustakaan, hingga kajian filsafat berkembang pesat di kota tersebut.

Bahkan pada masa pemerintahan Abdurrahman III, Universitas Cordova beserta perpustakaannya yang memiliki ratusan ribu koleksi buku menjadi magnet bagi para ilmuwan dari berbagai wilayah.

Baca Juga: 3 Shio Wanita yang Diyakini Memiliki Pernikahan Paling Harmonis, Rumah Tangga Hangat dan Penuh Kebahagiaan

Dalam kajiannya, Rusniati juga menegaskan bahwa Spanyol menjadi gerbang utama penyebaran ilmu pengetahuan Islam ke Eropa.

Berbagai disiplin ilmu seperti filsafat, kedokteran, astronomi, matematika, bahasa, hingga seni berkembang pesat dan kemudian diwariskan kepada dunia Barat.

Jejak kejayaan tersebut masih dapat dilihat melalui peninggalan arsitektur maupun warisan intelektual yang menjadi fondasi perkembangan ilmu pengetahuan modern. (Fadila) 

Editor : Fadila An Naila
Al-Andalus Thariq bin Ziyad Cordova islam spanyol