Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Api Tak Kunjung Padam Masih Punya Daya Tarik, Mayoritas Wisatawan dari Luar Madura

Amin Basiri • Sabtu, 18 Juli 2026 | 10:59 WIB
IKONIK: Kawasan wisata Api tak kunjung padam, Pamekasan
IKONIK: Kawasan wisata Api tak kunjung padam, Pamekasan

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Puluhan tahun menjadi ikon wisata Pamekasan, Api Tak Kunjung Padam belum kehilangan pamor.

Destinasi wisata akam yang berlokasi di Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, itu masih menjadi jujukan wisatawan. 

Terutama, para rombongan peziarah dari luar Madura yang berkunjung ke Kabupaten Pamekasan. Usai berziarah ke Makam Batu Ampar maupun destinasi religi lain, banyak wisatawan menyempatkan diri singgah.

Mereka penasaran melihat langsung api yang terus menyala dari dalam tanah tanpa pernah padam. 

Nirah, pedagang di kawasan wisata itu menyatakan, hampir setiap hari ada pengunjung. Mayoritas berasal dari luar Madura.

”Biasanya habis ziarah ke Batu Ampar, terus mampir ke sini. Mereka ingin tahu seperti apa Api Tak Kunjung Padam,” ujar Nirah pada Jawa Pos Radar Madura (JPRM), kemarin (17/7).

Wisatawan umumnya mengabadikan momen di sekitar sumber api. Sebagian lagi menikmati jagung bakar yang dimasak menggunakan bara api alami tersebut. 

Dia mengaku tidak mengetahui pasti sejak kapan api itu muncul. Namun, dari cerita neneknya, api itu sudah ada jauh sebelum 1900-an.

Karena itu, sejak kecil dia sudah terbiasa melihat wisatawan berdatangan ke lokasi tersebut.

Secara turun-temurun, masyarakat mengenal Api Tak Kunjung Padam melalui kisah Ki Moko.

Dalam legenda yang berkembang, api muncul setelah tongkat sang tokoh ditancapkan ke tanah. 

”Sementara secara ilmiah, fenomena itu diyakini berasal dari rembesan gas alam yang keluar melalui celah tanah sehingga api terus menyala hingga kini,” sambungnya.

Ahmad Soleh, seorang pengunjung asal Gresik, Ahmad Soleh mengaku sengaja mampir setelah berziarah di kawasan Pamekasan. Dia penasaran karena belum pernah melihat fenomena serupa.

”Tempatnya unik. Saya baru pertama kali melihat api yang keluar dari tanah dan terus menyala. Ternyata memang berbeda dengan yang saya bayangkan,” katanya.

Bagi wisatawan, Api Tak Kunjung Padam bukan sekadar destinasi persinggahan. Fenomena alam yang telah menjadi ikon Pamekasan itu masih menyimpan daya tarik, sekaligus mengundang rasa ingin tahu setiap orang yang datang ke Pulau Madura.

Potensi tersebut harusnya mampu dimaksimalkan oleh pemerintah setempat (afg/jup)

Editor : Amin Basiri
wisata pamekasan api tak kunjung padam fenomena alam