RadarMadura.id — Berkunjung ke Probolinggo tak hanya soal menikmati keindahan alamnya yang menawan, tetapi juga mencicipi kekayaan cita rasa kuliner yang telah melegenda lintas generasi.
Kota yang dikenal sebagai pintu menuju Gunung Bromo ini menyimpan beragam hidangan tradisional yang masih ramai diserbu penikmat kuliner dari berbagai daerah, termasuk wisatawan asal Malang.
Berikut tiga kuliner khas Probolinggo yang tak pernah sepi pengunjung dan wajib kamu coba saat melintas di kota ini.
1. Nasi Campur Nyak Nyong
Kuliner pertama yang wajib dicicipi adalah Nasi Campur Nyak Nyong.
Sajian ini terkenal karena paduan lauknya yang beragam dalam satu piring penuh kenikmatan.
Seporsi nasi putih disajikan bersama empal, dendeng, telur, serundeng, mie, sayuran, hingga kerupuk udang, kemudian disiram kuah santan kental dan sambal pedas yang menggoda.
Berlokasi di kawasan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, warung ini buka setiap hari pukul 06.00 hingga 13.00 WIB.
Cita rasa gurih dan porsi yang mengenyangkan membuat Nasi Campur Nyak Nyong menjadi pilihan favorit untuk sarapan maupun makan siang.
Baca Juga: Yuk, Ajak Keluarga Liburan ke Kudus! 4 Wisata Ramah Anak Ini Seru, Edukatif, dan Murah Banget
2. Soto Ayam Kraksaan Pak Koya
Tak kalah legendaris, Soto Ayam Kraksaan Pak Koya sudah eksis sejak tahun 1950-an dan menjadi kebanggaan warga Probolinggo.
Ciri khasnya terletak pada kuah santan kental yang gurih, penggunaan ayam jantan, serta taburan koya yang melimpah.
Dengan harga mulai dari Rp15.000 per porsi, pengunjung bisa menikmati soto yang pernah menyabet juara pertama lomba makanan khas se-Jawa Timur pada 1991.
Lokasinya berada di Jalan Mayjen Sutoyo No. 10, Patokan, Kecamatan Kraksaan, dan buka setiap hari pukul 06.00–21.00 WIB.
3. Rawon Nguling
Nama Rawon Nguling tentu sudah tak asing di telinga pecinta kuliner Nusantara.
Berdiri sejak 1942, warung ini menjadi salah satu ikon kuliner Probolinggo yang bahkan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kemendikbudristek pada tahun 2018.
Kelezatan kuah hitamnya berpadu sempurna dengan potongan daging sapi empuk, tauge kecil, daun bawang, dan sambal pedas yang menggugah selera.
Seporsi rawon lengkap dibanderol mulai Rp25.000. Warung legendaris ini berlokasi di Jalan Raya Tambakrejo No. 75, Kecamatan Tongas, dan buka dari pukul 05.30 hingga 21.00 WIB.
Pengalaman Rasa dan Sejarah yang Tak Terlupakan
Menikmati kuliner legendaris di Probolinggo bukan sekadar urusan rasa, tetapi juga perjalanan mengenang tradisi kuliner yang tetap bertahan dari masa ke masa.
Dari warung sederhana hingga rumah makan ternama, setiap sajian menghadirkan keaslian cita rasa yang sulit ditandingi.
Jadi, bagi wisatawan asal Malang yang berencana menjelajahi Probolinggo, jangan lupa sempatkan diri mencicipi tiga kuliner ikonik ini. Dijamin, perjalanan kulinermu akan terasa lebih lengkap dan berkesan!
Editor : Fadila An Naila