RadarMadura.id— Banyuwangi, Jawa Timur, terus memikat wisatawan dengan pesona alamnya yang memukau. Salah satu destinasi yang berhasil menarik perhatian dunia adalah Pantai Plengkung, yang terletak di Taman Nasional Alas Purwo.
Pantai ini dikenal dengan ombaknya yang tinggi dan besar, menjadi tantangan utama bagi peselancar profesional dari berbagai negara.
Bahkan, Pantai Plengkung termasuk dalam tujuh spot ombak terbaik di dunia dan menjadi destinasi surfing terbaik di Asia Tenggara.
Dengan sudut teluk yang sempurna, ombak di Pantai Plengkung mampu mencapai ketinggian antara 4 hingga 8 meter dengan panjang ombak hingga 2 kilometer.
Ombak ini terbagi menjadi tiga tingkatan, yakni Kong Waves (6–8 meter), Speedis Waves (5–6 meter), dan Many Track Waves (3–4 meter), di mana tingkatan terakhir ideal untuk peselancar pemula.
Pantai Plengkung sering menjadi tuan rumah lomba selancar internasional. Beberapa kejuaraan besar pernah digelar di sini, menjadikannya magnet bagi peselancar dunia.
Puncak gelombang biasanya terjadi antara bulan April hingga Agustus, menawarkan pengalaman surfing yang menantang dan memuaskan.
Lokasinya yang menghadap langsung ke Samudera Hindia, di timur Teluk Grajagan, membuat Pantai Plengkung menjadi favorit wisatawan mancanegara, terutama dari Amerika, Brasil, dan Australia.
Popularitas ini melahirkan julukan “G-Land”, yang lebih dikenal di kalangan peselancar internasional daripada nama aslinya.
Pantai Plengkung bukan hanya surga bagi peselancar profesional, tetapi juga tempat ideal bagi mereka yang ingin menguji kemampuan surfing mereka.
Ombaknya yang spektakuler menjadikan Pantai Plengkung sebagai salah satu destinasi wisata alam paling eksotis dan menantang di Indonesia. (Fadila)
Editor : Fadila An Naila