RadarMadura.id - Bukan sekadar bangunan kuno, Candi Prambanan adalah saksi bisu kejayaan Hindu di Jawa yang masih berdiri kokoh hingga hari ini.
Terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, kompleks candi ini menjadi magnet utama bagi pencinta sejarah dan arsitektur kuno.
Dibangun pada abad ke-9 oleh Dinasti Sanjaya, Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia.
Arsitekturnya megah, simetris, dan penuh makna spiritual yang terpahat dalam setiap reliefnya.
Baca Juga: Disperinaker Bangkalan: Verifikasi Dokumen Program BMU Belum Kelar
Tiga candi utama—Brahma, Vishnu, dan Shiva—mewakili kekuatan ilahi Trimurti dalam kepercayaan Hindu.
Candi Shiva menjadi yang paling menonjol, menjulang setinggi 47 meter dan memikat setiap mata yang memandang.
Pesona Candi Prambanan tak hanya terletak pada bentuk fisiknya, tetapi juga pada kisah epik Ramayana yang terukir indah di dindingnya.
Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang untuk merasakan energi spiritual sekaligus mengabadikan panorama ikoniknya.
Candi ini buka setiap hari dari pukul 06:30 hingga 17:00 WIB dan direkomendasikan untuk dijelajahi selama 2–3 jam agar pengalaman berkunjung lebih maksimal.
Waktu terbaik untuk datang adalah pagi hari saat sinar matahari menyinari relief dengan sempurna.
Berada di Jl. Raya Solo – Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Sleman, lokasi ini mudah dijangkau dari pusat kota Yogyakarta.
Baca Juga: Chipset A19 Bionic: Revolusi Baru Apple di Dunia Mobile SoC
Untuk informasi lebih lanjut, pengunjung dapat menghubungi pengelola di nomor telepon +62 274 496401.
Jika Anda mencari destinasi wisata yang sarat makna, memikat secara visual, dan menghubungkan Anda dengan warisan leluhur, Candi Prambanan adalah jawabannya.
Ini bukan hanya tentang melihat, tapi merasakan sebuah perjalanan lintas zaman. (fadila)
Editor : Fadila An Naila