Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bukan Tempat Biasa! Bukit Fatukopa di NTT Penuh Mitos dan Dilarang Didaki Sembarangan, Ini Alasannya

Fadila An Naila • Rabu, 16 Juli 2025 | 06:53 WIB

Bukit Fatukopa
Bukit Fatukopa

RadarMadura.id - Di balik gugusan perbukitan kapur yang menjulang megah di Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, terdapat sebuah tempat yang menyimpan kisah legenda nan misterius—Bukit Fatukopa.

Bukan sekadar lanskap eksotik, bukit ini dipercaya sebagai tempat berlabuhnya bahtera Nabi Nuh setelah banjir besar, menjadikannya salah satu lokasi paling sakral di wilayah timur Indonesia.

Terletak di Kecamatan Fatukopa, bukit berbatu ini memiliki puncak yang mencolok—membentuk siluet perahu raksasa yang tampak menantang langit.

Warga setempat menyebut bentuk itu bukan kebetulan. Mereka percaya, inilah tempat di mana kapal Nabi Nuh berhenti, jauh dari Timur Tengah dan berakhir di Tanah Timor.

Baca Juga: Misteri Pintu Air Jagir Surabaya: Tempat Bersejarah yang Dikenal Angker dan Penuh Fenomena Gaib

Legenda itu telah diwariskan dari mulut ke mulut, tanpa pernah benar-benar diketahui bagaimana bisa melekat di sini.

Namun, bagi masyarakat adat seperti Suku Dawan, kisah ini lebih dari mitos. Bukit Fatukopa dianggap keramat.

Tak sembarang orang boleh mendaki ke puncaknya. Bahkan, pendaki dari luar daerah harus mendapat restu langsung dari ketua adat dan menjalani ritual tradisional terlebih dahulu.

Ritual ini bukan sekadar simbolik. Dipimpin oleh seorang usif (sebutan untuk raja atau pemimpin adat), prosesi dilakukan dengan penuh penghormatan: menyalakan lilin, menyiram tanah dengan sopi—minuman beralkohol lokal—hingga membakar ayam kampung yang kemudian dimakan bersama.

Tempat ritual ini disebut Pohon Batu Fatukopa, titik paling sakral sebelum seseorang diperkenankan melanjutkan perjalanan.

Konon, jika leluhur belum memberi izin melalui pertanda yang ditangkap oleh ketua adat, maka pendakian bisa berujung celaka.

Ada cerita tentang pendaki keras kepala yang tersesat, jatuh sakit, atau bahkan gagal mencapai puncak meski secara fisik sangat dekat.

Yang membuat bukit ini makin unik adalah kepercayaan bahwa kawasan ini dijaga oleh makhluk-makhluk gaib.

Di bagian selatan bukit, terdapat batuan yang diyakini sebagai fosil kuda penjaga. Ular besar juga dipercaya bersemayam di sekitar bukit, hanya muncul kepada orang-orang tertentu.

Bahkan, ada cerita tentang kera berwajah manusia yang bertugas mengusir tamu tak diundang. Semua kisah ini, meski sulit diterima logika, menjadi alasan kuat mengapa Bukit Fatukopa tetap lestari hingga kini.

Alih-alih jadi destinasi wisata massal, kawasan ini tetap alami, asri, dan terjaga. Tidak ada coretan vandalisme, tidak ada tumpukan sampah wisata, tidak ada kerusakan vegetasi.

Legenda dan kearifan lokal terbukti ampuh melindungi ekosistem di sekitarnya.

Bagi para pelancong yang penasaran tapi enggan melanggar aturan adat, alternatif terbaik adalah menginap di Bukit Besteke.

Lokasinya menawarkan panorama langsung ke arah Bukit Fatukopa dari kejauhan.

Perjalanan menuju ke sana cukup panjang tapi memuaskan. Dari Jakarta, wisatawan bisa terbang ke Kupang dengan harga tiket mulai Rp1,7 juta.

Dari Kupang, lanjutkan perjalanan darat ke Soe sejauh 108 km, lalu 68 km lagi menuju Bukit Besteke. Waktu tempuh keseluruhan sekitar 4 hingga 6 jam dari kota Kupang.

Camping di Bukit Besteke juga ramah kantong. Tidak ada tiket masuk, hanya perlu membayar sewa kamar mandi Rp5.000 dan parkir Rp20.000 per mobil.

Namun, medan yang dilalui cukup berat, jadi pastikan kendaraan dalam kondisi prima.

Jangan lupa membawa peralatan kemah sendiri, serta pakaian cadangan jika ingin menjajal trekking atau bermain air di sekitar lokasi.

Baca Juga: Berani Uji Nyali? Inilah Wisata Sejarah Horor di Surabaya yang Bikin Merinding dan Penasaran

Bukit Fatukopa bukanlah sekadar tempat wisata. Ia adalah saksi sejarah, ruang spiritual, dan simbol kearifan lokal yang masih hidup.

Legenda yang dipercaya mungkin terdengar seperti dongeng, namun justru itulah yang membuatnya begitu nyata dan kuat dalam menjaga tanah Timor.

Jika kamu mencari destinasi yang menyatu antara alam dan nilai budaya, maka inilah tempat yang wajib masuk dalam daftar perjalananmu. (fadila)

Editor : Fadila An Naila
#nabi nuh #nusa tenggara timur #ntt #Mitos #fatukopa #bukit fatukopa #mistis