Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Asal Usul Semur Daging, Dari Masakan Belanda hingga Jadi Cita Rasa Khas Nusantara yang Bikin Nagih

Hasan Bashri • Sabtu, 21 Juni 2025 | 15:34 WIB

Semur daging punya sejarah yang sangat panjang
Semur daging punya sejarah yang sangat panjang

RadarMadura.id — Siapa yang tak kenal dengan semur daging? Hidangan berkuah kental berwarna cokelat gelap ini menjadi salah satu masakan rumahan favorit di berbagai daerah di Indonesia.

Dengan cita rasa manis, asin, dan gurih yang berpadu sempurna, semur daging tidak hanya menggugah selera tetapi juga menyimpan sejarah panjang yang menarik.

Semur ternyata bukanlah murni hidangan asli Indonesia. Sejarah mencatat, semur merupakan hasil dari akulturasi budaya dengan bangsa Belanda yang pernah menjajah Indonesia.

Baca Juga: 4 Kuliner Khas Padang Paling Enak, Dari Sate Padang hingga Rendang, Wajib Banget Dicoba Saat Liburan!

Dalam bahasa Belanda, dikenal istilah Hachée, yakni masakan daging sapi yang dimasak dengan bawang bombay, cuka, dan kaldu sapi hingga sausnya mengental dan berwarna gelap.

Tak banyak rempah digunakan dalam versi aslinya.

Namun, ketika masuk ke dapur-dapur Nusantara, resep Hachée pun diadaptasi sesuai selera lokal.

Warga Indonesia mengganti beberapa bahan dengan bumbu khas seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, pala, dan tentu saja kecap manis sebagai ciri khas utama.

Warna gelap dari saus pun diperoleh dari kecap manis lokal, bukan dari proses karamelisasi seperti versi Eropa.

Baca Juga: New Wendit Hadir dengan Konsep Modern dan Edukatif! Nikmati Wahana Air, Spot Foto, Kebun Binatang Mini, dan Banyak Atraksi Seru Lainnya

Menariknya, ada pula versi lain tentang asal muasal semur yang menyebut bahwa kuliner ini dibawa oleh pedagang Tiongkok.

Mereka mengenalkan olahan daging berkuah kental dengan cita rasa asin dari kecap.

Seiring waktu, masyarakat Indonesia menambahkan sentuhan lokal berupa gula aren dan rempah-rempah, menjadikannya lebih manis dan kaya rasa.

Tak hanya sejarahnya yang unik, penyebaran semur pun sangat luas. Setiap daerah di Indonesia punya versi semur masing-masing.

Semur Betawi, misalnya, dikenal dengan racikan rempah-rempah yang lebih berani dan kuat. Di tempat lain, semur bisa menggunakan bahan utama selain daging sapi, seperti ayam, tahu, tempe, atau telur.

Kini, semur daging sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner Indonesia.

Rasanya yang kaya dan mudah diterima oleh semua kalangan membuatnya cocok disajikan dalam berbagai momen, mulai dari makan keluarga sehari-hari hingga acara perayaan.

Melestarikan semur berarti merawat warisan budaya dan rasa. Dengan berinovasi melalui bahan dan teknik memasak, generasi muda dapat terus mengembangkan semur sebagai ikon kuliner Indonesia.

Bersama merek lokal seperti Kimbo, semur dapat diolah lebih kreatif namun tetap menjaga rasa aslinya.

Baca Juga: Bingung Masak Apa Hari Ini? Intip 4 Ide Masakan Praktis dan Cepat yang Enak, Sehat, dan Cocok untuk Menu Harian Keluarga!

Penutup
Semur bukan sekadar hidangan, tetapi simbol dari pertemuan budaya dan kearifan lokal yang menciptakan kekayaan rasa.

Yuk, jadikan semur sebagai bagian dari eksplorasi rasa di dapur rumah Anda! (hasan)

Editor : Hasan Bashri
#enak #mudah #resep #masakan #asal usul #Nikmat #semur daging #makanan