RadarMadura.id— Merayakan momen Cap Go Meh tidak lengkap rasanya tanpa menyantap sepiring lontong Cap Go Meh yang komplit.
Hidangan yang menjadi simbol akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa ini kembali menjadi primadona karena kelezatannya yang menggugah selera.
Dengan perpaduan lauk lengkap mulai dari opor ayam, petis telur, sayur lodeh, hingga sambal goreng ati, lontong Cap Go Meh bukan sekadar makanan, tetapi juga warisan kuliner yang kaya makna.
Baca Juga: Inovasi Kuliner Kekinian: Kebab Mie Goreng Tanpa Nasi, Lezat dan Praktis untuk Camilan Sehari-hari
Dalam versi komplit yang dibuat untuk empat porsi, bahan-bahan utama yang digunakan antara lain satu ekor ayam, dua buah labu siam, dua buah wortel, setengah kilogram kentang, serta santan kelapa sebanyak dua liter.
Tidak ketinggalan, pasangan ati ampela, telur ayam, tempe, hingga krupuk sagu dan emping sebagai pelengkap. Dengan waktu memasak sekitar dua setengah jam, proses penyajian ini menjadi sebuah seni tersendiri.
Proses pertama dimulai dengan memotong labu siam dan wortel memanjang untuk diolah menjadi sayur lodeh yang gurih.
Baca Juga: Rahasia Sate Daging Idul Adha Empuk dan Lezat, Cocok untuk Hidangan Keluarga
Tempe diiris tipis, digoreng kering, lalu dicampur dengan gula karamel dan taburan irisan cabe merah besar, menghasilkan kering tempe yang renyah dan manis pedas.
Sementara itu, kentang dipotong dadu dan digoreng hingga matang, kemudian dimasukkan ke dalam bumbu sambal goreng bersama ati ampela yang juga telah digoreng terlebih dahulu.
Bagian utama dari hidangan ini, yakni opor ayam, dimasak dengan cara memotong ayam menjadi empat bagian dan ditumis bersama bumbu halus hingga harum. Setelah itu, santan ditambahkan secara perlahan sambil terus diaduk hingga mendidih, menghasilkan kuah opor yang kental dan kaya rasa.
Baca Juga: Sambal Goreng Kentang Spesial Lebaran, Menu Wajib yang Bikin Momen Raya Makin Berkesan
Sambal pelengkap tidak kalah penting. Cabe rawit digoreng bersama bawang merah, bawang putih, tomat, dan terasi, lalu dihaluskan dan digoreng kembali untuk mendapatkan rasa yang tajam dan pedas menggoda.
Untuk telur petis, telur ayam direbus dan digoreng sebelum dimasak dalam petis yang dimasak bersama bawang putih, temu kunci, rawit, dan daun bawang.
Saat penyajian, lontong dipotong-potong lalu disiram dengan sayur lodeh, ditaburi kering tempe dan sambal goreng ati kentang.
Tambahan bubuk kedelai memberikan sentuhan khas yang membedakan lontong Cap Go Meh dari sajian lontong lainnya. Sebagai penutup, topping opor ayam, telur bumbu petis, acar timun, kerupuk, dan sambal disusun rapi di atasnya.
Dengan kombinasi rasa gurih, manis, pedas, dan sedikit asam dari acar, lontong Cap Go Meh komplit ini menawarkan pengalaman kuliner yang lengkap dalam satu piring.
Tidak hanya menggoyang lidah, tapi juga menjadi simbol keragaman budaya yang harmonis di tengah masyarakat Indonesia. (Hasan)
Editor : Hasan Bashri