RadarMadura.id— Siapa yang tak mengenal dan menyukai perkedel?
Hidangan sederhana berbahan dasar kentang ini kerap menjadi pelengkap nasi yang lezat atau sekadar camilan pengganjal lapar.
Namun, ada satu masalah klasik yang sering dihadapi saat membuat perkedel di rumah: adonan yang hancur saat digoreng.
Agar perkedel buatanmu tetap utuh, garing di luar, dan lembut di dalam, berikut ini tujuh tips jitu yang bisa kamu praktikkan di dapur.
Tak hanya membuat hasilnya sempurna, cara ini juga memastikan perkedelmu tampil menggoda dan tak kalah dari buatan restoran!
Baca Juga: Menikmati Kenikmatan Kue Tradisional Gayam dari Banjarmasin
1. Pilih Jenis Kentang yang Tepat
Kunci utama membuat perkedel garing adalah memilih jenis kentang yang sesuai. Gunakan kentang bertekstur kering seperti kentang russet atau kentang khusus untuk kentang goreng.
Jenis ini memiliki kadar air rendah, sehingga adonan tidak lembek dan lebih mudah dibentuk. Hindari kentang basah yang membuat adonan menjadi rapuh dan cepat hancur saat digoreng.
2. Peras Kentang Setelah Direbus
Setelah kentang direbus hingga empuk, jangan langsung dihaluskan. Pastikan kamu memeras kentang terlebih dahulu untuk mengurangi kadar air yang tersisa.
Kentang yang kering akan menghasilkan adonan lebih padat dan tidak mudah hancur. Langkah sederhana ini sering diabaikan, padahal sangat krusial untuk menciptakan tekstur sempurna pada perkedel.
Baca Juga: Resep Lumpia Mini Kulit Renyah: Camilan Praktis yang Gurih dan Bikin Ketagihan
3. Tambahkan Tepung sebagai Pengikat
Agar adonan semakin kokoh, campurkan sedikit tepung terigu atau tepung tapioka. Kedua jenis tepung ini berfungsi sebagai pengikat alami yang membuat struktur perkedel lebih kuat saat digoreng.
Gunakan sekitar satu hingga dua sendok makan saja agar teksturnya tetap lembut, tidak terlalu keras.
4. Gunakan Telur untuk Konsistensi
Selain tepung, telur juga berperan penting sebagai bahan pengikat.
Tambahkan satu butir telur ke dalam adonan kentang dan campurkan hingga merata. Telur tidak hanya membantu memperkuat bentuk perkedel, tapi juga memberikan kelembutan dan rasa gurih yang khas.
5. Hindari Sering Membalik Perkedel
Saat proses menggoreng, biarkan perkedel matang dengan baik di satu sisi sebelum membaliknya. Terlalu sering membalik justru membuat permukaan mudah pecah dan mengganggu kerenyahan. Gunakan api sedang agar matang merata tanpa cepat gosong.
6. Goreng dengan Minyak Banyak dan Panas
Menggunakan minyak dalam jumlah cukup dan suhu yang panas akan membantu permukaan perkedel cepat kering dan membentuk lapisan luar yang renyah.
Teknik deep frying atau menggoreng dengan minyak banyak bisa menjadi pilihan agar perkedel tidak menyerap terlalu banyak minyak dan matang sempurna.
7. Dinginkan Adonan Sebelum Digoreng
Jika adonan perkedel terasa terlalu lunak, masukkan ke dalam kulkas selama 15 hingga 20 menit. Proses pendinginan ini akan membuat adonan lebih padat dan mudah dibentuk. Hasilnya, perkedel akan tetap utuh meski digoreng dalam suhu tinggi.
Dengan menerapkan tips di atas, kamu bisa menyajikan perkedel rumahan yang tak kalah dengan buatan restoran. Teksturnya renyah di luar, lembut di dalam, dan yang paling penting—tidak mudah hancur saat digoreng. Cocok sebagai camilan, lauk makan siang, maupun sajian spesial saat kumpul keluarga.
Jadi, sudah siap mencoba rahasia membuat perkedel garing dan sempurna? Jangan lupa simpan artikel ini dan bagikan kepada teman atau keluarga yang hobi memasak. (Hasan)
Editor : Hasan Bashri