RadarMadura.id— Di tengah derasnya arus modernisasi kuliner, kue tradisional khas Batak bernama ombus-ombus masih mampu mempertahankan eksistensinya sebagai sajian yang tak lekang oleh waktu.
Dengan bahan dasar yang sederhana dan proses pembuatan yang sarat nilai budaya, kue ini terus digemari, terutama oleh masyarakat Sumatera Utara.
Ombus-ombus merupakan kue tradisional berbahan utama tepung beras dan kelapa parut yang dibungkus dengan daun pisang.
Nama ombus-ombus sendiri berasal dari kata "menghembus", karena kue ini biasa disajikan panas-panas, dan saat disantap perlu ditiup terlebih dahulu agar tidak terlalu panas di lidah.
Baca Juga: Bukan Klepon Biasa! Ini Dia Jajanan Khas Lombok yang Isinya Meletus Manis Saat Digigit
Resep Tradisional yang Terjaga
Untuk membuat kue ombus-ombus, diperlukan beberapa bahan pokok, yaitu 500 gram tepung beras, satu butir kelapa parut halus, 4 sendok makan gula pasir, 300 gram gula merah, sedikit garam, serta daun pisang sebagai pembungkus.
Proses pembuatannya cukup sederhana, namun tetap membutuhkan ketelatenan.
Langkah pertama adalah mengukus tepung beras hingga matang dan teksturnya menjadi lembut. Setelah itu, kelapa parut juga dikukus secara terpisah hingga matang. Sementara menunggu bahan utama dingin, gula merah dicincang kasar untuk dijadikan isian.
Setelah bahan utama tidak lagi panas, tepung beras dan kelapa yang telah dikukus dicampur dalam satu wadah.
Tambahkan gula pasir dan sedikit garam, lalu aduk hingga merata dan terasa pas di lidah.
Adonan kemudian dibentuk dalam daun pisang yang telah disiapkan. Model pembungkusnya dibuat menyerupai kerucut, dengan isian gula merah di tengah adonan.
Setelah dibungkus rapi, kue dikukus kembali hingga matang. Daun pisang akan berubah warna menjadi kekuningan dan mengeluarkan aroma harum yang menggugah selera.
Baca Juga: Bikin Kangen! Resep Kue Cucur Gula Merah Ini Bisa Bawa Kamu Pulang ke Dapur Masa Kecil
Sajian Hangat Penuh Kenangan
Kue ombus-ombus paling nikmat disantap saat masih hangat, ketika aroma kelapa dan gula merah yang manis legit berpadu sempurna dengan gurihnya tepung beras.
Di berbagai acara adat Batak, kue ini kerap hadir sebagai simbol kebersamaan dan penghormatan terhadap tradisi.
Kini, ombus-ombus tak hanya ditemukan di perkampungan Batak, tetapi juga mulai merambah ke toko-toko kue tradisional hingga platform digital, menjangkau konsumen yang merindukan rasa masa kecil atau ingin mencicipi kekayaan kuliner Nusantara.
Dengan mempertahankan resep leluhur dan menghadirkan cita rasa autentik, kue ombus-ombus menjadi salah satu bukti bahwa warisan kuliner lokal masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. (Hasan)
Editor : Hasan Bashri