RadarMadura.id— Di balik aroma harum daun pisang yang mengepul dari dapur, tersimpan satu camilan legendaris yang selalu berhasil membuat lidah bergoyang—nagasari.
Kue basah khas Indonesia ini tak hanya mencuri perhatian lewat tampilannya yang sederhana, tapi juga menggugah selera dengan rasa manis dan gurih yang berpadu sempurna.
Pisang kepok matang yang dibalut adonan lembut berbasis santan, tepung terigu, dan tapioka, menjadi isian utama nagasari.
Teksturnya kenyal, legit, dan hangat saat baru keluar dari kukusan. Paduan rasa dari gula pasir, sedikit garam, dan sentuhan vanili menjadikannya jajanan yang selalu dirindukan banyak orang, dari anak-anak hingga orang tua.
Menariknya, cara membuat nagasari tidaklah serumit tampaknya.
Proses awal dimulai dari melarutkan campuran tepung terigu dan tapioka dengan sebagian santan hingga tercampur rata tanpa gumpalan.
Sisa santan direbus bersama daun pandan, gula pasir, garam, dan vanili—kombinasi yang menghasilkan aroma khas dan rasa otentik kue tradisional.
Baca Juga: 30 Menit Jadi, Nasi Uduk Enak dengan Rice Cooker yang Gampang Banget Dibuat!
Begitu santan mendidih, adonan tepung dimasukkan perlahan sambil terus diaduk agar tidak menggumpal. Ini adalah momen krusial yang menentukan kelembutan nagasari nantinya.
Setelah adonan mengental, langkah selanjutnya adalah membungkusnya dengan daun pisang—seperti membungkus tempe.
Ambil satu sendok makan adonan, beri sepotong pisang kepok di tengahnya, tutup kembali dengan adonan, lalu lipat daun pisang membentuk bungkusan mungil yang rapi.
Kukus selama kurang lebih 20 menit, dan nikmati sensasi hangat serta aroma nagasari yang tak tergantikan.
Meski kini banyak jajanan kekinian bermunculan, eksistensi nagasari tetap tak tergoyahkan. Ia hadir di berbagai momen: sebagai takjil buka puasa, suguhan hajatan, atau sekadar camilan sore yang menenangkan.
Kehadiran nagasari di setiap meja makan seolah menjadi pengingat akan kekayaan cita rasa kuliner Nusantara yang sederhana namun berkelas.
Bukan cuma lezat, nagasari juga tergolong sehat. Pisang sebagai bahan utama kaya akan serat dan kalium, sementara cara pengolahannya yang dikukus menjadikannya alternatif camilan bebas minyak.
Membuat nagasari di rumah bukan hanya soal memasak, tapi juga cara melestarikan tradisi. Dalam setiap lipatan daun pisang dan suapan lembutnya, ada cerita masa lalu yang terus mengalir dalam budaya kita hari ini. (Fadila)
Editor : Fadila An Naila