RadarMadura.id— Siapa bilang konsep liburan staycation hanya populer di era modern? Keluarga Keraton Yogyakarta telah mempraktikkannya sejak abad ke-20 dengan membangun pesanggrahan mewah bernama Dalem Ngeksigondo. Tidak hanya menjadi tempat istirahat eksklusif, bangunan ini menyimpan sejarah penting yang layak untuk diketahui.
Pesanggrahan Bersejarah di Kaliurang
Dalem Ngeksigondo terletak di Jalan Astorenggo, Dukuh Kaliurang Barat, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Berjarak sekitar 25 km dari Jalan Malioboro, pesanggrahan ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan keluarga kerajaan akan tempat peristirahatan di kawasan berhawa sejuk.
Dibangun oleh seorang Belanda pada awal abad ke-20, rumah ini kemudian dibeli oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VIII pada tahun 1927. Pesanggrahan ini dirancang eksklusif untuk keluarga kerajaan, sesuai tradisi masa itu.
Kompleks Bangunan dengan Fasilitas Lengkap
Memiliki luas sekitar 19.677 meter persegi, Dalem Ngeksigondo terdiri dari beberapa bangunan utama, yaitu bangunan induk, Gedung Keputren, Gedung Telepon, Gedung Gongso, dan Gedung Diesel. Setiap bangunan memiliki fungsi khusus yang mendukung kenyamanan penghuni.
Bangunan induk menjadi tempat tinggal Sultan beserta keluarganya, lengkap dengan ruang keluarga, ruang makan, kamar tidur, hingga garasi. Gedung Keputren dikhususkan untuk para putri Sultan, sementara Gedung Telepon digunakan sebagai pusat komunikasi.
Selain itu, Gedung Gongso menjadi ruang berkesenian seperti gamelan dan tari. Sedangkan Gedung Diesel berfungsi sebagai ruang generator. Di tengah kompleks, terdapat taman kecil yang menambah suasana asri dan nyaman.
Jejak Sejarah Penting: Perundingan KTN
Pada tahun 1948, Dalem Ngeksigondo mencatatkan perannya dalam sejarah nasional. Gedung Gongso menjadi lokasi perundingan Komisi Tiga Negara (KTN), sebuah badan yang dibentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk meredakan konflik antara Republik Indonesia dan Belanda.
KTN, yang beranggotakan Amerika Serikat, Australia, dan Belgia, menghasilkan Nota Kaliurang yang membantu meredakan konflik pada masa itu. Peran penting pesanggrahan ini menunjukkan betapa strategisnya bangunan ini dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Pelestarian Cagar Budaya
Hingga saat ini, Dalem Ngeksigondo tetap terawat dengan baik. Bangunan bergaya arsitektur indisch ini bahkan menerima penghargaan dari Pemerintah Daerah DIY pada tahun 2004 sebagai Pelestari Warisan Budaya atau Cagar Budaya.
Bagi para wisatawan, Dalem Ngeksigondo menawarkan pengalaman unik, baik dari segi arsitektur maupun nilai sejarah. Apakah Anda tertarik mengunjungi tempat penuh cerita ini? Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung pesona pesanggrahan ini dan merasakan atmosfer sejarah yang melekat erat di setiap sudutnya.
Editor : Fadila An Naila