RadarMadura.id— Pantai Ngobaran di Gunungkidul, Yogyakarta, jadi salah satu destinasi wisata unik di pesisir selatan.
Pantai ini bukan sekedar nawarin pemandangan alam yang keren, tapi juga punya sejarah dan budaya yang kaya.
Gabungan keindahan alam sama nuansa religius membuat Pantai Ngobaran berbeda dari pantai-pantai lain di Gunungkidul.
Lokasi dan Cara Menuju ke Pantai Ngobaran
Pantai Ngobaran terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, sekitar 65 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.
Untuk sampai ke sini, butuh waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam. Meski lokasinya berada di antara tebing-tebing yang tinggi, perjalanan ke pantai ini mudah ditempuh karena sudah banyak petunjuk arah.
Dikenal dengan sebutan “Bali of Java,” Pantai Ngobaran memang punya nuansa yang mirip sama Bali. Bukan hanya karena alamnya yang indah, tapi juga karena ada Pura di kawasan pantai yang membuat suasananya jadi khas banget.
Harga tiket masuk ke Pantai Ngobaran cukup murah, hanya Rp8.000 per orang. Tarif ini sudah disesuaikan sama UU No 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, yang mulai berlaku sejak Januari 2024.
Fasilitas di pantai ini juga cukup lengkap, ada tempat ibadah, warung makan, toilet, dan area parkir yang memadai.
Baca Juga: Healing Sejenak di Wisata Jungle Camp Dari Hingar Bingar Kota Mojokerto
Sejarah Pantai Ngobaran
Sejarah Pantai Ngobaran erat sekali dengan kejayaan Kerajaan Majapahit. Menurut cerita, nama "Ngobaran" berasal dari kejadian di zaman Raja Brawijaya V, raja terakhir Majapahit.
Waktu Kerajaan Majapahit hampir runtuh dan putranya, Raden Patah, memimpin Kerajaan Demak, terjadi konflik yang tidak bisa dihindari antara ayah dan anak ini. Tapi, Raja Brawijaya V milih buat gak ngelawan anaknya dan kabur ke pesisir selatan Jawa.
Di pesisir ini, Raja Brawijaya V katanya melakukan ritual moksa, yaitu bakar diri sampai lenyap. Konon, api yang berkobar dari ritual itu jadi asal usul nama “Ngobaran.”
Tapi, ada juga versi lain yang mengatakan kalau Raja Brawijaya V cuma pura-pura bakar diri, dan yang ditemukan setelah ritual cuma tulang anjing, bukan tulang raja. Kisah ini masih jadi bahan yang terjadi sampai sekarang.
Daya Tarik Utama Pantai Ngobaran
Pantai Ngobaran bukan sekedar nawarin keindahan alam, tapi juga kekayaan budaya dan sejarah yang bikin penasaran. Salah satu daya tarik utama pantai ini adalah panoramanya yang eksotis.
Letaknya di antara tebing-tebing batu yang tinggi membuat pantai ini memiliki pemandangan spektakuler, apalagi pas matahari terbenam. Susunan batu karang sama air laut yang bening jadi latar yang pas untuk foto-foto.
Waktu air laut lagi surut, pengunjung bisa melihat hamparan rumput laut yang tumbuh di sela-sela karang. Pemandangan ini unik dan membuat mata betah.
Fauna laut seperti landak laut, bintang laut, dan lobster juga sering terlihat di sekitar pantai ini, terutama saat air surut lagi. Di sini, pengunjung dapat menikmati makanan laut dari hasil tangkapan laut yang dijual di sekitar pantai.
Nuansa religius di Pantai Ngobaran juga kerasa banget dengan adanya berbagai tempat ibadah.
Di sini, pengunjung bisa nemuin patung Dewa Wisnu yang berdiri gagah ngadep laut, sama Pura Segara Wukir yang diyakini sebagai tempat ritual moksa Raja Brawijaya V.
Selain itu, ada juga masjid unik yang ngadep ke selatan, meski arah kiblat tetap hati-hati pas sholat.
Nggak cuma itu, kawasan ini juga dikenal sebagai tempat ziarah. Petilasan Pati Obong, yang dipercaya sebagai lokasi moksa Raja Brawijaya V, sering dikunjungi oleh peziarah yang ingin melakukan ritual Ngalap Berkah.
Ritual ini diyakini bisa membawa keberuntungan, ningkatin derajat, dan kekayaan.
Pantai Ngobaran adalah destinasi yang nawarin lebih dari sekedar wisata pantai biasa. Dengan gabungan keindahan alam, kekayaan sejarah, dan nuansa religius, pantai ini memberikan pengalaman yang tidak terlupakan untuk setiap pengunjung.
Dengan fasilitas yang memadai, Pantai Ngobaran jadi pilihan tepat buat wisatawan yang nyari ketenangan sambil menikmati keindahan dan keunikan budaya lokal. (fadila)
Editor : Fadila An Naila