RadarMadura.id — Kedung Pengilon, sebuah bendungan air peninggalan Belanda di Desa Jatirejo, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, memiliki pesona alam yang memikat hati.
Namun, di balik keindahannya, tersimpan kisah-kisah mistis yang melegenda.
Kedung Pengilon menjadi tempat favorit para makhluk halus.
Terkadang, peristiwa tragis terjadi, seperti tenggelamnya anak-anak yang diyakini sebagai tumbal atau korban kelaparan para makhluk halus. Kejadian ini sering menimpa orang-orang yang tidak mematuhi adat dan aturan setempat.
Dahulu, Kedung Pengilon ramai dikunjungi wisatawan, terutama pelajar, yang tertarik dengan keindahan alam dan suara gemericik airnya.
Namun, sejak pandemi Covid-19, tempat wisata ini mulai terbengkalai dan tak lagi terjamah oleh pengunjung.
Meskipun menyimpan cerita mistis, Kedung Pengilon memiliki sejarah panjang dan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Air bendungan yang melimpah dan jernih mengalir ke sungai dan irigasi persawahan, sehingga hasil panen melimpah dan warga setempat hidup makmur.
Menurut legenda, Kedung Pengilon memiliki kaitan dengan seorang wanita cantik bernama Kanjeng Ratu Pandansari yang konon membangun bendungan ini untuk mensejahterakan rakyatnya.
Para pengunjung yang ingin berwisata ke Kedung Pengilon diimbau untuk menjaga sopan santun dan tidak merusak tempat ini.
Dipercaya bahwa setiap tempat memiliki penunggunya, dan menghormati adat istiadat setempat merupakan wujud rasa hormat dan menjaga keselamatan diri.
Baca Juga: Sering Ada Penampakan, Coba Uji Nyalimu di Destinasi Wisata Angker Yogyakarta Ini
Jadi, jika Anda berencana mengunjungi Kedung Pengilon, ingatlah untuk menghormati tempat ini dan menjaga ketentuan setempat. (hasan)
Editor : Hasan Bashri