RadarMadura.id— Di tengah gugusan kepulauan Nusa Tenggara Timur, tersembunyi sebuah permata alam yang mempesona, Bukit Wairinding.
Berlokasi di Sumba Timur, bukit ini menawarkan panorama yang begitu memukau hingga mampu menggetarkan jiwa.
Ketika musim hujan tiba, Bukit Wairinding berubah menjadi lautan hijau yang tenang, serupa dengan lanskap alam Selandia Baru.
Sedangkan saat kemarau, ia bermetamorfosis menjadi padang savana kering dengan dominasi warna keemasan, mengingatkan pada keeksotisan benua Afrika.
Keindahan bukit ini tidak hanya terletak pada perubahan warnanya yang dramatis, tetapi juga pada sensasi yang ditawarkan saat pertama kali mata memandang.
Baca Juga: Menjelajahi Beberapa Pulau Menarik di Kepulauan Seribu: Keindahan yang Tersembunyi di Teluk Jakarta
Bagi pengunjung yang pertama kali datang, seperti saya, keindahan ini benar-benar memukau dan memunculkan rasa syukur yang mendalam.
Bukit Wairinding telah menjadi destinasi yang dicari oleh para pelancong, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Keunikan lanskapnya menjadikan bukit ini sebagai spot fotografi yang sangat populer dan 'instagramable'.
Salah satu aktivitas yang tidak boleh dilewatkan adalah berfoto bersama kuda-kuda yang disewakan oleh penduduk setempat, sambil menyaksikan momen matahari terbenam yang spektakuler.
Untuk mencapai Bukit Wairinding, pengunjung akan menempuh perjalanan sekitar 25 kilometer dari pusat kota Waingapu.
Baca Juga: Menggali Pesona Desa Wisata Mangunan: Lima Permata Tersembunyi yang Wajib Dikunjungi
Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 30 hingga 45 menit melalui jalan aspal yang mulus dan berkelok-kelok.
Setibanya di kaki bukit, pengunjung hanya perlu mendaki sejauh 500 meter untuk sampai di puncak yang berada pada ketinggian antara 100 hingga 200 meter di atas permukaan laut.
Bukit Wairinding tidak hanya menjanjikan keindahan, tetapi juga pengalaman yang akan terukir dalam kenangan setiap pengunjung yang berkesempatan menginjakkan kaki di sana. (fadila)