SUMENEP, RadarMadura.id – Semula, pesisir pantai Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, kumuh karena dipenuhi sampah.
Kondisi ini berubah setelah pemerintah desa (pemdes) tergerak untuk menjadikan objek wisata. Tepatnya pada Tahun Baru 2023, Wisata Pantai Matahari di-launching.
Kepala Desa Lobuk Moh. Saleh mengatakan, ide untuk menyulap pantai kumuh menjadi objek wisata muncul sejak 2022.
Pihaknya langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak seperti perangkat desa, badan pengawas desa (BPD), dan pokdarwis setempat. Alhasil, mereka menyetujuinya untuk menjadikan objek wisata.
Dia terdorong menjadikan tempat wisata karena pesisir pantai memiliki pemandangan yang indah. ”Mulanya lokasi itu pusat sampah. Akhirnya, saya koordinasikan dan semuanya sepakat untuk membersihkan,” ujarnya.
Saleh menyampaikan, bersih-bersih sampah berjalan selama dua bulan. Mulai November hingga Desember 2022.
Lalu, pada malam pergantian tahun 2022 ke 2023, objek wisata Pantai Matahari resmi di-launching.
”Kami persiapan dari nol. Malam Tahun Baru 2023, kami launching wisata ini, ” ucap Saleh.
Fasilitas yang tersedia di Pantai Matahari masih terbatas. Saleh mengaku, pihaknya kekurangan dana untuk mengembangkan. Karena itu, penambahan fasilitas dilakukan secara perlahan.
Antara lain, gazebo, kamar mandi dan toilet, musala, dan lain-lain. ”Masih baru berjalan satu tahunan. Jadi, fasilitasnya masih sedikit,” tuturnya.
Saleh mengungkapkan, pengunjung yang datang ke Pantai Matahari akan menikmati banyak keindahan.
Mulai hamparan pasir yang luas, pemandangan alam yang indah, serta keunggulan lainnya. ”Kalau ramai, pengunjung bisa memanfaatkan perahu nelayan keliling pantai,” ucapnya.
Untuk menjaga keindahan pantai, membutuhkan perawatan ekstra. Saleh memaparkan, pihaknya berupaya menjaga kebersihan pesisir pantai. Tujuannya, agar tetap bersih dan tidak membuat pengunjung risih.
”Di momen tertentu, kami libatkan masyarakat untuk gotong royong memungut sampah,” paparnya.
Pihaknya berencana mengembangkan objek wisata tersebut. Misalnya, menambah wahana permainan anak, kolam renang, dan sebagainya.
Namun, pihaknya perlu mencari sumber dana. ”Pasti akan terus kami kembangkan. Cuma sekarang terkendala dana,” tukasnya. (iqb/bil)
Editor : Ina Herdiyana