PAMEKASAN, RadarMadura.id – Desa Bunder memiliki eduwisata garam yang dikelola Badan Usaha Miliki Desa (BUMDes) Mutiara Saghara.
Jarak dari jantung Kota Pamekasan sekitar 7,5 kilometer. Bisa ditempuh dalam waktu sekitar 17 menit. Akses jalannya juga cukup mudah.
Posisi Eduwisata Garam berada di tengah-tengah hamparan tambak garam.
Pemerintah Desa Bunder berhasil mengeksplorasi potensi alam menjadi objek wisata edukasi.
Warga yang berkunjung tidak hanya berlibur, tapi juga bisa belajar tentang garam.
Terdapat sejumlah fasilitas yang bisa dinikmati di eduwisata garam.
Pengunjung bisa menyusuri hutan bakau dengan menggunakan perahu dan menikmati pemandangan pesisir laut.
Yang tidak kalah menarik, pengunjung bisa mengetahui secara langsung produksi garam yang disediakan pengelola.
Ketua BUMDppes Mutiara Saghara Taufik Hidayat menyampaikan, gagasan eduwisata garam muncul setelah dirinya menjuarai kompetisi inovasi desa tentang garam rekristal.
Keinginannya sejalan dengan Pemdes Bunder. Pemdes juga menyepakati untuk mengembangkan Eduwisata Garam.
”Pemilihan eduwisata sebagai salah satu upaya dalam mengenalkan dan mengubah paradigma buruk tentang garam kepada masyarakat,” ujarnya.
Dia mengutarakan, pengunjung bisa melihat langsung proses produksi garam.
Fasilitas menarik seperti susur sungai juga bisa dinikmati wisatawan. Pengelola menyediakan perahu sebagai alat transportasi wisata.
”Kami tengah mengembangkan eduwisata garam Madura. Tata kelola serta fasilitas layanan di wisata akan ditingkatkan sehingga masyarakat yang berkunjung merasa puas,” tutur Taufik. (afg/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti