Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

De Djawatan, Wisata Alam Unik Banyuwangi Mirip Hutan Fantasi dalam Film The Lord Of The Ring

Amin Basiri • Sabtu, 3 Februari 2024 | 15:13 WIB

kawasan hutan lindung prhutani, De Djawatan yang jadi wisata populer Banyuwangi
kawasan hutan lindung prhutani, De Djawatan yang jadi wisata populer Banyuwangi

RadarMadura.id – Pernah bermimpi memasuki dunia fantasi seperti yang ada dalam film The Lord Of The Rings? Kawasan De Djawatan adalah jawabannya.

Sejatinya, De Djawatan adalah kawasan hutan lindung milik dinas perhutani yang beralih fungsi menjadi wisata.

Daya tarik hutan De Djawatan dengan berbagai macam tumbuhan pohon trembesi yang besar dan berlumut membuat kawasan ini seperti hutan fantasi.

Pohon trembesi sendiri adalah jenis pohon besar yang mempunyai ranting mencakar panjang dan berliuk.

Besarnya pohon trembesi yang mendominasi di kawasan De Djawatan juga ditumbuhi oleh tanaman epifit, sejenis tumbuhan yang memerlukan tumbuhan lain untuk hidup.

Bisa dibayangkan jika sebuah lokasi yang ditumbuhi banyak tanaman trembesi dengan pemandangan serba hijau di batangnya.

Sekilas, lokasi De Djawatan hamper sama dengan pemandangan hutan mistik yang ada dalam film The Lord Of The Rings.

Sensasi memasuki hutan fantasi di dunia nyata, membuat De Djawatan menjadi lokasi wisata yang instagramable.

Suguhan hutan hijau menawarkan spot fotogenik yang cocok bagi para fotografer untuk mengabadikan momen, seperti foto wedding salah satunya.

Kawasan wisata De Djawatan terletak di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Melansir dari laman resmi perhutani.co.id, selayaknya kawasan wisata lainnya, De Djawatan juga memiliki akses yang perlu dipertimbangkan sperti tiket masuk dan lainnya.

Bagi para pengunjung yang ingin pergi menuju wisata De Djawatan dikenakan tiket mask sebesar Rp. 6000,- per orang

Sedangkan untuk biaya parkir, pengunjung cukup membayar Rp.2000,- untuk kendaraan roda dua dan Rp.5000,- untuk kendaraan roda empat jenis mobil.

Siapa saja boleh Mengunjungi wisata De Djawatan, karena buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB.

Sejatinya, De Djawatan merupakan lokasi bekas penimbunan kayu jati berkualitas tinggi yang menjadi daerah resapan air.

Tempat tersebut dikelola oleh KPH perhutani Kabupaten Banyuwangi yang mempunyai luas 5,2 hektare.

Kawasan daerah resapan air De Djawatan kemudian mulai dibuka sebagai tempat wisata sejak tahun 2018 lalu.

Nama Djawatan sendiri diambil dari nama perum perhutani, dulu sebutan untuk perum perhutani adalah Djawatan Perhutani.

Editor : Amin Basiri
#lokasi #banyuwangi #wisata #perhutani #De Djawatan