SAMPANG, RadarMadura.id – Memiliki keterbatasan fisik tidak lantas menghalangi seseorang untuk tetap eksis.
Hal itu pula yang dilakukan Siti Najwa, murid Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Sampang.
Penyandang tunanetra itu menyedot perhatian publik usai membawakan lagu bertajuk Kaulah Ibuku pada pembukaan acara Apel Akbar Pramuka Penegak dan Pelatihan Kepramukaan Tingkat Penegak Se-Jatim 2024.
Baca Juga: Animo Peserta Apel Akbar Pramuka Penegak di Luar Ekspektasi, Pecahkan Tiga Rekor Muri Sekaligus
Saat itu suasana lapangan sepak bola Sampang Sport Center (SSC) Rabu (7/8) cerah.
Puluhan pelajar memakai seragam Pramuka di samping deretan tenda yang menghadap ke arah barat.
Beberapa kepala sekolah dari berbagai SMA, SMK, dan SLB duduk rapi di atas pentas bersama Forkopimcam Kota Sampang.
Setelah acara Apel Akbar Pramuka Penegak dan Pelatihan Kepramukaan Tingkat Penegak Se-Jatim 2024 ditutup dengan pembacaan doa, panitia pelaksana menampilkan pelajar utusan sejumlah sekolah.
Salah satunya Siti Najwa, murid SLBN Sampang. Dia tampil di hadapan undangan untuk menyanyikan lagu bertajuk Kaulah Ibuku.
Keterbatasan fisik tidak menyurutkan semangat Siti Najwa melantunkan suara emasnya. Iringan musik perlahan-lahan terdengar ke seantero kawasan yang terletak di Kelurahan Dalpenang tersebut.
”Kaulah ibuku, cinta kasihku. Terima kasihku takkan pernah terhenti. Kau bagai matahari, yang selalu bersinar. Sinari hidupku dengan kehangatanmu,” tutur Siti Najwa.
Penggalan lirik lagu tersebut seketika menyita perhatian undangan. Semua mata tertuju pada Siti Najwa.
Lagu tersebut sengaja dibawakan sebagai bentuk kasih sayang Siti Najwa terhadap sang ibu. ”Saya sayang ibu,” kata murid kelas II SLBN Sampang itu.
Nurul Hasanah, ibunda Siti Najwa menambahkan, Siti Najwa sejak lahir memang sudah buta total.
Meski tunanetra, buah hatinya tabah dan ingin tetap eksis meski memiliki keterbatasan fisik.
”Agar bisa bernyanyi, Najwa menjalani latihan rutin setiap hari Kamis di sekolah bersama gurunya,” terangnya.
Istri dari Muhammad Jatim itu menceritakan, penampilan Najwa di acara tersebut merupakan yang pertama.
Sehingga, sangat manusiawi jika dirinya terharu. Sebab, buah hatinya juga bisa tampil di depan publik. ”Beberapa undangan bahkan meneteskan air mata (menangis),” ucapnya.
Ditambahkan, ibu yang dikaruniai anak dengan keterbatasan fisik itu diminta untuk tidak minder atau malu. Sebab, setiap anak memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.
”Sang Pencipta pasti membekali ciptaannya dengan kelebihan yang berbeda-beda. Makanya jangan takut untuk menyekolahkan anaknya meski memiliki keterbatasan,” ajaknya.
Di sekolah, lanjut dia, pelajar dengan kebutuhan khusus sudah difasilitasi sesuai dengan bakat dan minatnya.
Sehingga, nantinya dapat memotivasi mereka untuk tetap semangat sekolah dan menjalani hidup.
”Lambat laun mereka bisa belajar mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang lain,” tuturnya.
Nurul Hasanah mengungkapkan, anak dengan keterbatasan fisik juga memiliki hak yang sama dalam menjalani hidup.
”Jangan dipandang sebelah mata. Mereka harus terus di-support agar semakin semangat mengasah dan mengembangkan potensi dirinya,” ungkapnya.
Ke depan, dia mendoakan anak dengan keterbatasan fisik juga mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah (pemda).
Misalnya, saat mendapatkan juara (baik di tingkat kabupaten, tingkat Provinsi Jatim maupun nasional) juga diberi penghargaan.
”Sehingga, tidak ada perbedaan antara sekolah reguler dengan sekolah pendidikan khusus layanan khusus (PKLK),” tandasnya mengakhiri perbincangan.
Kepala Cabdin Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Sampang Mas’udi Hadiwijaya mengimbau semua orang tua untuk tidak cemas menyekolahkan anaknya.
Sebab, semua SLBN di bawah naungan institusinya akan memperkuat karakter pelajar agar lebih percaya diri.
”Keterbatasan tetap harus disyukuri. Jangan pernah minder dan putus asa. Ciptaan Allah itu pasti yang terbaik,” tegasnya. (bai/yan)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti