Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kapal Tanker Kandas dan Perahu Terbalik di Perairan Sumenep, Semua Ketakutan, Kapten Putar Haluan, Nelayan Masuk Pustu

Ina Herdiyana • Selasa, 12 Maret 2024 | 18:30 WIB
TERTOLONG: Moh. Sakdi, nelayan asal Ambunten, dievakuasi ke Pustu Timur Jangjang, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Sumenep, kemarin. (NURULLAH UNTUK JPRM)
TERTOLONG: Moh. Sakdi, nelayan asal Ambunten, dievakuasi ke Pustu Timur Jangjang, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, Sumenep, kemarin. (NURULLAH UNTUK JPRM)

SUMENEP, RadarMadura.id – Angin kencang dan ombak tinggi terjadi di perairan Sumenep. Pelayaran dan aktivitas terganggu. Kapal tanker terdampar. Perahu nelayan terbalik.

”Di atas kapal, penumpang semuanya berteriak ketakutan karena kapal dihantam ombak. Ombaknya besar mencapai 4 meter,” ungkap Matrai.

Seorang penumpang kapal motor penumpang (KMP) Dharma Bahari Sumekar (DBS) III itu merasakan hantaman gelombang tinggi setelah meninggalkan Pelabuhan Batuguluk, Kangean, Sabtu (9/3).

Hari itu, pria 43 tahun, asal Desa Laok Jangjang, Kecamatan Arjasa, itu menuju Kalianget. KMP DBS III berangkat dari Pelabuhan Batuguluk Sabtu (9/3) pukul 10.15.

Kapal baru sandar di Pelabuhan Kalianget Minggu (10/3) pukul 10.15. Perjalanan ditempuh selama 24 jam. Padahal jika cuaca normal, jarak tempuh hanya 9 jam.

Hal serupa juga terjadi pada KMP Munggiyango Hulalo yang menempuh perjalanan selama 18 jam.

Padahal, seharusnya hanya menempuh perjalanan 9 jam dari Pelabuhan Batuguluk menuju Kalianget. Kapal ini berangkat Sabtu pukul 11.00 dan tiba Minggu pukul 05.15.

Matrai ketakutan sepanjang perjalanan. Sebab, tiba-tiba cuaca tidak bersahabat. Ombak mendadak tinggi dan angin kencang.

Mulanya kapal melewati jalur biasa dari Pelabuhan Batuguluk melewati Pulau Guwa-Guwa, Raas. Namun, saat baru masuk perairan Guwa-Guwa, KMP DBS III tidak mampu menerobos ombak.

Karena itu, Sabtu (9/3) perkiraan pukul 17.00 memutuskan untuk putar haluan ke sisi selatan. Lalu, menuju timur dan berbelok lagi ke barat melewati selatan Pulau Guwa-Guwa.

”Akhirnya, kapal berlindung di timur Pulau Raas sejak Sabtu pukul 20.00 dan baru melanjutkan perjalanan ke Kalianget pada Minggu (10/3) pukul 04.00,” tuturnya.

Para penumpang histeris. Mereka sudah mengenakan life jacket. Sebab, ombak berkali-kali menghantam kapal. ”Alhamdulillah, kapal bisa sandar di Pelabuhan Kalianget pukul 10.15,” imbuhnya.

Bagian Kesyahbandaran Wilayah Kerja Kangean UPP Kelas III Sapeken Jaenal mengatakan, sebelum kedua kapal diberangkatkan, cuaca masih normal.

Namun, di tengah perjalanan, kondisi alam mendadak berubah. ”Berubahnya cauca di perjalanan itu sudah hal biasa,” ujarnya.

Jaenal lambat menerima informasi kondisi cuaca. Namun, selama beberapa hari ke depan kapal tidak diperbolehkan berlayar. ”Tunggu sampai cuaca normal,” tegasnya.

Cuaca buruk mengakibatkan perahu nelayan asal Desa Ambunten Tengah, Kecamatan Ambunten, terbalik di perairan Sapudi.

Lima anak buah kapal (AKB) selamat setelah ditemukan nelayan Desa Jukong-Jukong, Kangayan.

Lima nelayan itu antara lain Sini selaku juragan perahu, Aminullah, Imam Sanusi, Moh. Sakdi, dan Saniman.

Sakdi sempat menjalani perawatan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Timur Jangjang. Mereka berangkat dari Ambuten Kamis (7/3).

Sabtu (9/3) mereka hendak balik arah karena minim tangkapan dan cuaca kurang bersahabat.

Namun, saat hendak berlindung ke Pulau Talango Tengah, Kecamatan Raas, badai justru datang menghantam.

Akibatnya, perahu terbalik. Mereka pun segera naik ke lambung perahu yang terbalik itu. Mereka terombang-ambing hingga perairan Kangean menggunakan gabus.

Mereka dievakuasi ke daratan Kangean setelah ditolong oleh nelayan. ”Yang atas nama Sakdi sempat diinfus,” tutur Nurullah, warga Kangean.

Selain dua peristiwa itu, kapal tanker SPOB M T Seroja 3 kandas di perairan Kangean sejak Sabtu (9/3).

Kapal yang dinakhodai Herman itu berangkat dari Makassar dengan tujuan Gresik, tetapi dihantam ombak.

”Saat ditemukan, muatannya kosong. Tidak ada korban jiwa,” jelas Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti.

Wahyudi, 38, warga Kangean, menambahkan, kapal tersebut kandas di Pantai Tanjung Pongkak, Desa Bilis-Bilis. Lokasinya dekat daratan. ”Menjadi tontonan masyarakat,” katanya.

Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur (Jatim) Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Kalianget melarang kapal untuk berlayar Senin 11/3).

Kepala BPTD Jatim Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Kalianget Tarto Saefullah menyatakan, pihaknya mengeluarkan surat edaran larangan berlayar sejak Sabtu (9/3). 

Seharusnya Minggu (10/3) KMP DBS III berangkat dari Kalianget menuju Kangean. Begitu juga dengan KMP Munggiyango Hulalo menuju Jangkar.

Larangan berlayar diberlakukan hingga Senin (11/3). Sebab, jika dipaksakan berlayar dalam kondisi cuaca seperti ini akan berisiko. Jadi, kapal dijadwalkan berangkat Selasa (12/3). ”Surat izin berlayarnya sudah kami buatkan sekarang,” terangnya Senin (11/3).

Kepala BMKG Kalianget Usman Khalid menjelaskan, sejak Sabtu (9/3), pihaknya sudah mengeluarkan surat pemberitahuan terkait cuaca buruk.

Informasi tersebut berlaku hingga Senin (11/3). Potensi gelombang tinggi di perairan Kangean, Sapudi, Masalembu, dan sekitarnya. (iqb/luq)

 

 

Editor : Ina Herdiyana
#putar haluan #gelombang tinggi #kandas #perahu terbalik #angin kencang #kapal tanker #kapten