PAMEKASAN, RadarMadura.id – Perayaan Idul Fitri identik dengan kebersamaan keluarga.
Namun, bagi Brigadir Polisi (Brigpol) Ines, anggota Satlantas Polres Pamekasan, momen tersebut justru menjadi ladang pengabdian demi masyarakat.
Dia memilih menunda perayaan Lebaran bersama keluarga.
Sejak awal, Brigpol Ines memahami profesinya sebagai anggota Polri akan melahirkan sederet konsekuensi. Sebab, harus siaga saat negara memanggil.
Baca Juga: Putri Anggota TNI yang Pilih Jadi Polwan
Karena itu, dia terus memberikan pemahaman untuk mendapatkan dukungan keluarga agar misinya berjalan sukses.
"Misalnya saat bulan Ramadan dan perayaan Lebaran, harus tetap semangat mengabdi dan melayani masyarakat. Alhamdulillah, keluarga memberikan dukungan yang luar biasa," katanya.
Ines menuturkan, keluarga menjadi kekuatan utama dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.
Pemahaman dan dukungan yang mereka berikan membuat dirinya tetap tegar meski harus bertugas di momen sakral.
”Keluarga selalu mendukung dan memahami tugas kami, meskipun harus menunda perayaan saat Lebaran,” tutur polwan dengan pangkat tiga balok panah perak itu.
Menurut Ines, saat perayaan Lebaran, suasana bertugas terasa berbeda.
Aktivitas masyarakat meningkat, namun di situlah dia merasakan kebanggaan sebagai pelindung dan pengayom.
”Ada rasa bangga bisa ikut menjaga keamanan. Sehingga, masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” imbuhnya.
Agar pelaksanaan tugas sukses dan lancar, polwan berhijab itu mengaku telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari.
Mulai dari menjaga kondisi fisik hingga kesiapan mental.
”Sebagai seorang polwan, kami meningkatkan kesiapsiagaan saat Lebaran. Sehingga, masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Ines menegaskan, tugas dinas tetap menjadi prioritas utama.
Kehadiran polisi di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat saat mudik dan hari raya dinilai sangat krusial.
Baca Juga: Lonjakan Pengunjung Pantai Lon Malang Diprediksi Terjadi Besok
”Momentum Idul Fitri membutuhkan kehadiran Polri untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus mudik dan balik,” imbuhnya.
Konsekuensinya, lanjut Ines, kebersamaan dengan keluarga harus dijadwal ulang.
Ines mengakui tidak bisa sepenuhnya merayakan Lebaran bersama orang-orang terdekat.
Meski begitu, dia menjalani semua itu dengan penuh keikhlasan.
”Pengorbanan terbesar tentu tidak bisa berkumpul dengan keluarga. Tapi, ini adalah tanggung jawab kami agar masyarakat bisa merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman,” tuturnya.
Baginya, tugas menjaga kamtibmas bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk pengabdian nyata kepada negara.
Rasa bangga pun muncul saat melihat masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan penuh cinta. (afg/yan)
Editor : Hera Marylia Damayanti