BANGKALAN, RadarMadura.id – Deru kendaraan di jalan raya saat arus mudik dan balik Lebaran menjadi pemandangan yang tak asing bagi Bripka Fajar Virolita.
Di tengah hiruk pikuk itu, ada satu hal yang selalu dia tahan, rindu pulang kampung.
Sudah 20 tahun lamanya polisi wanita (polwan) yang bertugas di Satlantas Polres Bangkalan itu tidak merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halamannya, Palembang, Sumatera Selatan.
Baca Juga: Ratusan Juta untuk Pengawasan Mamin, Dinkes Pamekasan Berdalih sebagai Program Prioritas
Sejak kali pertama berdinas pada 2006, momen Lebaran selalu dia habiskan di tengah tugas pengamanan.
”Sejak 2006 tidak pernah Lebaran di kampung halaman,” ujar perempuan yang akrab disapa Viro tersebut.
Bagi sebagian orang, Lebaran adalah waktu untuk berkumpul, bersalaman, dan melepas rindu bersama keluarga.
Namun, bagi Viro, tugas sebagai anggota Polri adalah prioritas yang tidak bisa ditinggalkan.
Keselamatan dan kelancaran masyarakat yang mudik menjadi tanggung jawab yang harus diemban.
”Sebagai anggota Polri, ada tugas yang harus dijalankan demi masyarakat,” tuturnya.
Kenangan mudik terakhir masih dia ingat betul. Saat itu dia masih berpangkat Bripda.
Sejak itu, perjalanan pulang kampung seolah menjadi kemewahan yang sulit diraih setiap Lebaran.
Kini, hari raya lebih sering dia lalui di Bangkalan bersama keluarga kecilnya.
Sementara keluarga besar di Palembang hanya bisa disapa lewat layar ponsel.
”Kalau Lebaran, biasanya hanya video call dengan keluarga,” katanya.
Bukan tanpa alasan dia absen mudik. Jarak Madura–Palembang yang jauh menjadi salah satu kendala.
Perjalanan darat memakan waktu berhari-hari, sementara cuti yang dimiliki terbatas.
Sedangkan jalur udara pun membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
”Kalau lewat darat, lebih banyak waktu di perjalanan,” ungkapnya.
Meski begitu, kerinduan terhadap kampung halaman tak pernah pudar. Terutama saat Lebaran tiba.
Suasana berkumpul bersama keluarga dan tradisi ziarah menjadi hal yang paling dia dambakan.
Ada satu keinginan sederhana yang hingga kini belum terwujud.
Yakni, berziarah langsung ke makam sang ayah di kampung halaman.
”Saya ingin ziarah ke makam ayah,” ucapnya lirih.
Tak hanya suasana, cita rasa kampung halaman juga selalu terbayang.
Viro mengaku rindu masakan sang ibu, terutama pempek dan rendang yang selalu hadir saat Lebaran.
”Pempek dan masakan mama selalu saya rindukan,” imbuhnya.
Biasanya Viro masih menyempatkan diri pulang kampung setelah Lebaran usai.
Baca Juga: Owner FIES Beri Modal Ternak Ayam untuk Wali Murid, Dorong Ekonomi Berbasis Sekolah
Yakni, saat tugas pengamanan telah selesai. Namun, dua tahun terakhir, dia bahkan belum sempat pulang sama sekali.
Meski jauh dari keluarga, Viro tetap berusaha menjaga silaturahmi.
Dia pun berpesan kepada para perantau agar tidak melupakan keluarga di kampung halaman, apa pun kondisinya.
”Yang penting tetap jaga komunikasi dan silaturahmi,” pesannya. (za/han)
Editor : Hera Marylia Damayanti