Lanjutkan Bisnis Ortu, Tak Kapok meski Pernah Ditipu Pemasok

Amin Bashiri • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 07:03 WIB

 

FAVORIT: Rizal Pradana, pemilik Rumah Durian JB99, menunjukkan jenis durian montong di kedainya, Desa Bumi Anyar, Tanjungbumi, Bangkalan, Jumat (11/9).
FAVORIT: Rizal Pradana, pemilik Rumah Durian JB99, menunjukkan jenis durian montong di kedainya, Desa Bumi Anyar, Tanjungbumi, Bangkalan, Jumat (11/9).

 

 

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kecintaan terhadap durian menjadi awal perjalanan Rizal Pradana membangun Rumah Durian JB99. Usaha itu berdiri sejak 2023. Mulanya, itu usaha orang tuanya. Tetapi, karena orang tuanya tidak sanggup melanjutkan, Rizal mengambil alih dan mengembangkannya.

 

Menurut Rizal, menjalankan bisnis durian tidak sekadar menjual buah. Pengetahuan mengenai karakter dan kualitas durian menjadi bekal utama. Sebab, kesalahan memilih buah atau pemasok dapat berujung kerugian.

 

Pengalaman pahit itu pernah dirasakan Rizal. Dia mengaku pernah tertipu pemasok hingga rugi belasan juta rupiah. Sebab, durian yang dikirim tidak sesuai dengan harapan. Bahkan, sebagian masih muda.

 

Kejadian tersebut tidak membuatnya berhenti. Sebaliknya, Rizal semakin memahami pentingnya memilih pemasok yang dapat dipercaya. Kini dia tidak menerima semua kiriman durian. 

”Pemasok harus amanah dan bertanggung jawab. Sedangkan orang yang menangani buah juga harus memiliki keahlian untuk memastikan kualitas durian,” ujarnya.

 

Dari pengalaman pahit itu, Rizal menilai bisnis durian tidak cocok dijalankan sekadar coba-coba. Pelaku usaha durian harus memahami produk yang dijual. ”Pengetahuan itu penting. Mulai dari memilih pemasok, mengenali tingkat kematangan, hingga menjaga kepuasan pelanggan,” terangnya.

 

Kini usaha yang dikelola bersama sekitar 12 orang tersebut telah berkembang menjadi dua cabang. Pertama di akses Jembatan Suramadu sisi Madura. Kedua di Desa Bumi Anyar, Tanjungbumi.

 

Pelanggan banyak berasal dari luar Bangkalan. Rizal berupaya mempertahankan kepercayaan tersebut dengan menjaga kualitas. Selain itu, dia tidak mengandalkan satu daerah sebagai sumber pasokan.

 

Rizal memaparkan, perjalanan membangun usaha tersebut memberikan satu pelajaran penting. Yakni, kesulitan dan kerugian merupakan bagian dari proses selama pelaku usaha tidak mudah menyerah. 

 

Dia berharap, perjalanan Rumah Durian JB99 menjadi contoh bagi anak muda untuk berani membuka usaha. ”Usaha apa pun dapat berkembang selama dijalankan secara serius dan dengan pemahaman bisnis yang cukup,” ucapnya. 

RAMAI: Rumah Durian JB99 di Desa Bumi Anyar, Tanjungbumi, Bangkalan, dipadati pengunjung saat akhir pekan.
RAMAI: Rumah Durian JB99 di Desa Bumi Anyar, Tanjungbumi, Bangkalan, dipadati pengunjung saat akhir pekan.

 

 

Jaga Ketersediaan Durian dengan Keliling Nusantara, Penjualan Capai 4–5 Ton Per Minggu

 

Musim durian di berbagai daerah tidak datang bersamaan. Kondisi itu dimanfaatkan Rumah Durian JB99 untuk menjaga ketersediaan buah sepanjang tahun. Pengelola rela berburu durian ke berbagai wilayah di Indonesia agar pasokan tetap terjaga.

 

Rizal menceritakan, pasokan durian tidak bergantung pada satu daerah. Buah didatangkan dari berbagai daerah yang sedang memasuki musim panen. Cara itu dilakukan agar durian yang dijual memiliki cita rasa variatif.

 

Menurut dia, menjaga kualitas menjadi kunci agar penjualan tetap stabil. Termasuk ketika bukan musim durian. Jenis paling banyak diminati pelanggan adalah durian montong. Harganya cukup beragam, mulai sekitar Rp 40 ribu hingga Rp 1 juta. Bergantung jenis dan ukuran buah. 

 

”Untuk memberikan rasa aman kepada pembeli, kami menerapkan konsep pelanggan boleh mencoba durian terlebih dahulu sebelum membayar,” terangnya. Tidak hanya menjual buah utuh, Rumah Durian JB99 juga mengembangkan berbagai produk olahan. Di antaranya durian kupasan dalam kemasan, es krim, pancake durian, dan es teler durian. Es teler durian dan pancake durian menjadi dua menu yang paling diandalkan. Dalam waktu dekat, pengelola juga menyiapkan olahan baru berupa es cendol durian.

 

Rizal menyebut media sosial turut membantu memperkenalkan usahanya. Namun, promosi dari pelanggan yang puas dinilai lebih efektif. Testimoni pembeli yang menikmati durian di tempat, kemudian menceritakan pengalamannya kepada orang lain, menjadi salah satu cara mendatangkan pelanggan baru.

 

Rizal belum berencana menambah cabang. Fokusnya masih pada pengembangan produk olahan dan menjaga kualitas buah. Dia juga tengah mencari potensi durian lokal Madura yang bisa dipasok secara berkelanjutan untuk dikembangkan dalam usahanya. (ina/jup)

Editor : Amin Bashiri
Rumah Durian JB99 bangkalan ekonomi bisnis