Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BRI Apresiasi Penempatan Dana SAL Pemerintah, Fokus Optimalkan Pembiayaan Produktif untuk Akselerasi Ekonomi Nasional

Hendriyanto • Senin, 29 Juni 2026 | 19:27 WIB
Kantor BRI di Jakarta
Kantor BRI di Jakarta

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyambut baik kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang kembali mengalokasikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) kepada bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan tersebut dinilai strategis untuk menjaga kecukupan likuiditas perbankan nasional sekaligus memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL. Menurutnya, sinergi antara Kementerian Keuangan dan industri perbankan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada BRI melalui penempatan dana SAL. Kebijakan ini menjadi langkah positif untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga kapasitas intermediasi dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak perekonomian nasional," ujar Hery.

Hery menambahkan, apabila kebijakan tersebut direalisasikan, tambahan likuiditas akan dimanfaatkan secara optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian (prudent banking) dan manajemen risiko yang baik. Penyaluran pembiayaan akan diarahkan secara selektif kepada sektor-sektor produktif, termasuk UMKM yang selama ini menjadi fokus utama BRI.

Baca Juga: Sebaran Dokter Umum Tak Merata, Dinkes Bangkalan Janji Tata Ulang

Menurutnya, penyaluran pembiayaan juga akan mempertimbangkan kualitas kredit serta kebutuhan pembiayaan riil di perekonomian. Tambahan likuiditas tersebut berpotensi memperkuat kapasitas intermediasi perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Hingga Maret 2026, total pembiayaan BRI secara bank only tercatat mencapai Rp1.358 triliun. Mayoritas pembiayaan tersebut disalurkan kepada segmen UMKM dan sektor riil.

Ke depan, BRI akan terus berperan aktif dalam mendukung pembiayaan sektor-sektor produktif yang memiliki multiplier effect terhadap perekonomian. Langkah tersebut sejalan dengan mandat BRI sebagai bank yang berfokus pada pemberdayaan UMKM dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kami akan memastikan setiap penyaluran pembiayaan dilakukan secara terukur agar memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Fokus BRI ialah pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional," imbuh Hery.

Untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan, BRI juga akan terus meningkatkan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK). Perseroan akan memfokuskan strategi tersebut pada peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA) melalui penguatan ekosistem digital.

Sebagai informasi, pada Juni 2026 pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana kembali menempatkan dana SAL kepada bank-bank Himbara. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga likuiditas sistem perbankan di tengah dinamika perekonomian.

Total dana SAL yang akan ditempatkan mencapai Rp 400 triliun. Dana tersebut akan didistribusikan kepada lima bank BUMN, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BSI.

“Dengan fundamental yang kuat serta fokus pada UMKM, BRI optimistis dapat terus berkontribusi sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia,” tutup Hery Gunardi. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#bank rakyat indonesia #bri #BBRI