Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kisah John, Agen BRILink di Perbatasan RI-Papua Nugini yang Gerakkan Ekonomi Warga

Hendriyanto • Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:07 WIB
TELADAN: John Al Bugis warga Merauke, Papua Selatan mengembangkan ekonomi lokal dengan membuka Agen BRILink.
TELADAN: John Al Bugis warga Merauke, Papua Selatan mengembangkan ekonomi lokal dengan membuka Agen BRILink.

MERAUKE, RadarMadura.id – Di kawasan perbatasan RI–Papua Nugini, tepatnya di Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, akses layanan keuangan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Melalui BRILink Agen, BRI menghadirkan layanan perbankan yang lebih dekat sekaligus membantu menggerakkan perekonomian lokal di wilayah perbatasan.

Kehadiran BRILink Agen menjadi solusi bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses menuju pusat Kota Merauke. Jarak sekitar 100 kilometer dari Sota ke kota membuat masyarakat membutuhkan layanan keuangan yang lebih mudah dijangkau.

John Al Bugis menjadi salah satu warga yang melihat kebutuhan tersebut secara langsung. Sebagai nasabah pinjaman BRI, ia memahami pentingnya akses layanan keuangan bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Berangkat dari kebutuhan itu, John memutuskan menjadi Agen BRILink pada 2021. Ia ingin membantu menghadirkan layanan perbankan yang lebih praktis dan mudah diakses oleh warga sekitar.

"Saya membuka BRILink karena tinggal di wilayah perbatasan. Masyarakat di sini sangat membutuhkan layanan keuangan, karena jarak ke Kota Merauke sekitar 100 kilometer,” cerita John.

Selama lima tahun menjalankan usaha sebagai Agen BRILink, John menyaksikan langsung manfaat yang dirasakan masyarakat. Layanan tersebut membantu warga melakukan berbagai transaksi keuangan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota.

Melalui BRILink Agen, masyarakat dapat melakukan setor tunai, tarik tunai, transfer, hingga pembayaran berbagai kebutuhan sehari-hari. Kemudahan tersebut mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.

"Kemudahan ini menjadi sangat berarti karena membantu aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat kota. Bagi saya momen sangat berkesan ketika manfaat ini dirasakan oleh banyak masyarakat, mulai dari warga sekitar, pelaku usaha lokal, pekerja sektor layanan, hingga petugas yang bertugas di wilayah perbatasan," ujarnya.

Seiring berkembangnya usaha, John juga memperoleh berbagai pendampingan dan edukasi dari petugas BRILink. Dukungan tersebut membantunya meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Baca Juga: Berkat Holding Ultra Mikro, Ibu Rumah Tangga di Lampung Sukses Kembangkan Usaha dan Jadi Agen BRILink

Manfaat usaha BRILink Agen tidak hanya dirasakan oleh masyarakat, tetapi juga oleh keluarga John. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, usaha tersebut memberinya kesempatan untuk berkontribusi lebih besar bagi lingkungan sekitar.

Dalam menjalankan usahanya, John berkomitmen menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia memastikan setiap transaksi berjalan lancar serta menetapkan biaya layanan yang tetap terjangkau.

“Cara saya agar masyarakat bisa mengandalkan BRILink Agen adalah dengan meyakinkan mereka bahwa BRI telah dipercaya masyarakat selama ini. Selain itu, saya juga menjaga biaya layanan agar tetap bersaing,” jelasnya.

Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya mengatakan keberadaan BRILink Agen menjadi bagian penting dalam memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok negeri. Menurutnya, layanan tersebut tidak hanya memudahkan transaksi masyarakat, tetapi juga membantu menjaga aktivitas ekonomi lokal tetap berjalan.

“BRI terus berkomitmen memperluas akses layanan keuangan hingga ke wilayah terdepan dan perbatasan Indonesia, termasuk kawasan perbatasan seperti Sota. BRI akan terus memperkuat ekosistem Agen BRILink melalui pendampingan dan edukasi agar para agen dapat terus memberikan layanan yang optimal sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Hingga akhir Maret 2026, jumlah Agen BRILink telah mencapai lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa. Jumlah tersebut telah menjangkau lebih dari 80 persen total desa di Indonesia.

Jaringan yang luas tersebut memperkuat peran Agen BRILink sebagai kanal layanan keuangan berbasis kemitraan di tingkat desa. Kehadirannya menjadi ujung tombak BRI dalam memperluas akses layanan perbankan hingga ke wilayah terpencil dan perbatasan.

Sepanjang Triwulan I 2026, Agen BRILink mencatatkan volume transaksi sebesar Rp420 triliun. Kinerja tersebut turut memberikan kontribusi terhadap fee based income (FBI) BRI yang mencapai Rp459 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Agen BRILink. Di saat yang sama, keberadaan agen juga terus memperkuat ekosistem keuangan inklusif yang mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah Indonesia. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#papua nugini #Agen BRILink #kisah inspiratif #merauke